Selasa, 20 Januari 2026


Jagung Melimpah di Jateng, Polri Bangun Gudang Raksasa di Boyolali

10 Jun 2025, 11:01 WIB

Panen jagung Serentak di oyolali Jawa Tengah

TABLOIDSINARTANI.COM, Boyolali --- Desa Sendang, Kecamatan Karanggede, Boyolali, menjadi saksi momen penting dalam sejarah ketahanan pangan nasional. Di tengah semangat gotong royong dan kebersamaan, Polda Jawa Tengah melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II sekaligus memulai pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri berkapasitas 1.000 ton.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, hadir bersama sekitar 100 undangan dari jajaran Forkopimda, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat.

Mereka mengikuti pengarahan Presiden RI Prabowo Subianto secara daring yang disiarkan langsung dari Kalimantan Barat.

Presiden Prabowo, yang memimpin langsung panen jagung secara nasional, menyampaikan optimismenya terhadap target swasembada pangan Indonesia.

“Kalau tahun lalu kita masih impor jagung sekitar 500 ribu ton, maka tahun depan, dengan semangat kolaborasi seperti ini, kita optimis bisa bebas impor,” tegasnya.

Usai mengikuti pengarahan Presiden, Kapolda Jateng memimpin langsung prosesi groundbreaking pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Boyolali.

Gudang dengan luas total 654 meter persegi ini dibangun di atas lahan milik Polri di Jalan Raya Karanggede–Gemolong, dan ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan, dari 27 Mei hingga 24 Agustus 2025.

Dengan anggaran Rp 11,7 miliar, gudang ini akan menjadi pusat penyimpanan komoditas strategis seperti jagung, menggunakan standar Perum Bulog.

Fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat distribusi logistik pangan, terutama ke daerah rawan krisis.

“Ketahanan pangan adalah fondasi stabilitas nasional. Melalui pembangunan ini, Polri ingin menunjukkan bahwa kami siap mendukung pemerintah, tidak hanya dalam hal keamanan, tetapi juga dalam menjamin ketersediaan pangan,” ujar Wakapolda Brigjen Pol. Usman Latif dalam keterangannya kepada media.

Serentak di Seluruh Indonesia

Tidak hanya di Boyolali, kegiatan panen jagung dan pembangunan gudang juga dilakukan serentak di 12 Polda dan berbagai Polres di Jawa Tengah. Di Pati, kegiatan berlangsung di Desa Pegandan, Kecamatan Margorejo.

Di Purworejo, panen dilakukan bersama kelompok tani “Makaryo” di Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol. Sementara di Sragen, panen digelar di lahan seluas 5.000 meter persegi di Desa Plosorejo dan Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang.

Data dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disampaikan dalam acara daring menyebut, Panen Jagung Kuartal II ini dilakukan di lahan seluas lebih dari 344 ribu hektare, dengan hasil panen antara 1,78 hingga 2,54 juta ton jagung.

Kegiatan di Boyolali juga diwarnai aksi sosial. Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, memberikan santunan kepada 20 anak yatim dari jenjang SLTP dan SLTA, satu pengasuh panti asuhan, dan satu kyai setempat.

“Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi simbol nyata kehadiran negara untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, yang turut hadir, mengapresiasi langkah Polri.

“Ini bentuk kolaborasi luar biasa. Polri kini bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga ikut membangun pertanian kita,” ujarnya.

Pembangunan gudang ini menjadi bagian dari program strategis Polda Jawa Tengah tahun anggaran 2025. Dengan kapasitas besar dan lokasi strategis, gudang ini akan menjadi simpul penting dalam ekosistem ketahanan pangan nasional.

Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018