
Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M. bersamaim Maporina Provinsi Jawa Tengah
TABLOIDSINARTANI.COM, Karanganyar --- Kabupaten Karanganyar kembali menunjukkan keseriusannya menjadi pelopor pertanian berkelanjutan di Jawa Tengah. Hal ini terlihat dari pertemuan hangat Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., dengan Tim Maporina (Masyarakat Pertanian Organik Indonesia) Provinsi Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Rober menegaskan potensi besar sektor pertanian di wilayahnya.
"Karanganyar memiliki wilayah dataran rendah, menengah, dan tinggi. Tiap kawasan menghasilkan komoditas pangan yang beragam dan dalam jumlah besar," ujarnya optimis.
Tim Maporina yang dipimpin Fx. Supardiman, bersama Djoko Widodo dan Sunaryo, menyampaikan keinginan untuk menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Mereka membawa visi besar, membangun pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, dari petani, penyuluh, hingga akademisi dan komunitas pemerhati lingkungan.
“Salah satu misi utama kami adalah mendorong pengurangan penggunaan pupuk dan pestisida kimia, dan kembali ke metode pertanian alami. Ini bukan hanya demi lingkungan, tapi juga untuk kesehatan masyarakat dan kesejahteraan petani,” jelas Supardiman.
Tak hanya soal pertanian, Maporina juga membuka peluang kerja sama dalam pengelolaan sampah. Mereka bahkan memiliki anggota yang mengembangkan mesin pemilah dan pengolah sampah menjadi bahan bangunan dan pupuk organik.
“Jika dibutuhkan, kami siap menjadi offtaker untuk produk pupuk organik tersebut,” tambah Supardiman.
Bupati Karanganyar menyambut baik semua inisiatif ini. Ditemani Asisten Pemerintahan dan Kesra, Yopi Eko Jati Wibowo, S.Sos., M.M., dan anggota DPRD Harsono, ia menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kolaborasi tersebut.
“Kami sudah memulai budidaya beberapa komoditas organik, seperti padi dan kacang-kacangan. Sayuran seperti bawang putih, jeruk keprok, hingga melon juga berpotensi dikembangkan secara organik,” ungkap Rober.
Terkait tawaran pengelolaan sampah, ia juga sangat antusias. "Sampah adalah persoalan serius baik di desa maupun kota. Maka kami akan tindak lanjuti kerja sama ini dengan pihak terkait, termasuk KLHK," tegasnya.
Menariknya, Bupati juga punya mimpi yang lebih luas yaitu menggabungkan potensi pertanian organik dengan sektor pariwisata Karanganyar yang kini tengah naik daun.
“Bayangkan, semua rumah makan di kawasan wisata menyajikan makanan organik. Ini akan menjadi nilai tambah luar biasa bagi wisatawan yang datang,” ujarnya penuh semangat.
Karanganyar memang tak kekurangan destinasi wisata memesona. Dari yang legendaris seperti Grojogan Sewu, Air Terjun Jumog, dan Candi Ceto, hingga destinasi kekinian seperti The Lawu, Semar Edupark, dan Tawangmangu Wonder Park.