Jumat, 16 Januari 2026


Kopdes Merah Putih Diluncurkan, Akses Pangan Terjangkau Makin Mudah

22 Jul 2025, 16:07 WIBEditor : Herman

Presiden resmikan Kopdes

TABLOIDSINARTANI.COM, Klaten --- Sebanyak 80.081 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) resmi terbentuk di seluruh Indonesia. Langkah besar ini diyakini menjadi fondasi kuat dalam memperkokoh kedaulatan pangan nasional sekaligus memberdayakan ekonomi rakyat mulai dari desa.

Presiden Prabowo Subianto yang hadir langsung dalam peluncuran Kopdes Merah Putih di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7), menegaskan bahwa koperasi adalah senjata ekonomi rakyat. Menurutnya, koperasi menjadi alat perjuangan untuk kelompok masyarakat kecil agar bisa bangkit dan menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh.

“Satu lidi itu lemah, tapi kalau puluhan atau ratusan lidi disatukan akan menjadi kuat. Itulah filosofi koperasi. Dari ekonomi lemah, kita bangkit jadi ekonomi kuat. Dari ketergantungan menuju kedaulatan,” ujar Prabowo penuh semangat.

Presiden juga menyinggung kenyataan pahit yang selama ini dirasakan petani desa—terjebak tengkulak, praktik ijon, dan ketimpangan dalam rantai distribusi pangan. Melalui Kopdes Merah Putih, pemerintah ingin memutus mata rantai yang selama ini merugikan petani.

“Tiap kali panen, harga jatuh. Kenapa? Karena petani tak punya pilihan. Anaknya harus sekolah, kebutuhan hidup mendesak, tak ada yang membantu kecuali rentenir dengan bunga mencekik. Ini kita potong. Dan harus dipotong dengan langkah besar,” tegas Prabowo.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional (NFA), Arief Prasetyo Adi, menyebutkan Kopdes Merah Putih bukan sekadar koperasi biasa. Ia adalah bagian dari transformasi besar tata kelola pangan nasional, lebih inklusif, adil, dan berpihak pada rakyat.

“Dengan Kopdes, masyarakat bisa akses sembako lebih mudah, lebih murah, dan berkualitas. Mulai dari beras SPHP, MinyaKita, telur, sampai produk BUMN pangan, semua ada di gerai koperasi,” jelas Arief.

Tak hanya itu, Badan Pangan Nasional juga siap mengawal distribusi pangan hingga ke pelosok desa melalui Kopdes. Bantuan pangan beras, distribusi beras SPHP, hingga gerai sembako murah akan semakin dekat dengan masyarakat.

Sepanjang 2024 saja, tercatat 1,9 juta ton bantuan beras telah disalurkan, ditambah 1,4 juta ton SPHP beras.

“Ini bukan cuma soal pangan murah, tapi juga soal keadilan. Kopdes akan menjadi jembatan antara petani, nelayan, pelaku UMKM pangan dengan masyarakat. Pangan harus tersedia, terjangkau, dan adil. Itu prinsip kita,” tutup Arief.

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018