Wednesday, 19 August 2026


Dimulai Dari Blora, GeMAR Ajak Milenial Bertani

26 Jul 2025, 15:21 WIBEditor : Herman

Peluncuran GeMAR di Kabupaten Blora

TABLOIDSINARTANI.COM, Blora --- Sebuah fakta mencengangkan muncul dari survei sederhana yang dilakukan oleh PT Agro Nusantara Tani Milenial (ANTaM). Dari 140 petani yang disurvei, hanya dua orang yang berusia di bawah 40 tahun, dan satu di antaranya bahkan belum genap 30 tahun. Sisanya? Semua di atas kepala empat.

“Ini menjadi tantangan serius. Kenapa anak muda enggan menjadi petani? Salah satu alasannya karena tidak ada kepastian hasil,” ungkap Direktur PT ANTaM, Andi Restu Wibowo, dalam peluncuran program Gerakan Menanam Anti Rugi (GeMAR) di Kabupaten Blora.

GeMAR merupakan inisiatif strategis hasil kolaborasi antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama PT ANTaM — sebuah perusahaan yang digerakkan oleh para petani milenial.

Peluncuran ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama antara Kemendes PDTT dan PT ANTaM.

Fokus utama kerja sama ini adalah pembimbingan dan penjaminan usaha pertanian melalui BUMDes, BUMDes Bersama (BUMDESMA), dan LKD, sebagai bagian dari upaya besar menuju swasembada pangan nasional.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, yang akrab disapa Mas Arief, menyambut baik program ini.

Ia mengapresiasi kehadiran Menteri Desa PDTT, H. Yandri Susanto, yang kembali datang ke Blora dalam waktu singkat, setelah kunjungan sebelumnya pada Mei 2025 lalu.

“Kami merasa terhormat. Kehadiran Bapak Menteri adalah bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap desa dan ketahanan pangan. Program GeMAR sangat relevan, terutama karena digagas oleh generasi muda,” ujar Mas Arief.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blora untuk mendukung penuh program ini dan mendorong peran aktif BUMDes serta koperasi desa agar petani tidak lagi dihantui ketakutan gagal panen.

Lebih lanjut, Andi Restu Wibowo menjelaskan bahwa program GeMAR hadir sebagai jawaban atas keresahan petani di lapangan.

“Mayoritas petani tak tahu pasti berapa biaya tanam yang harus dikeluarkan. Ketika gagal panen, mereka terpaksa berutang. Lewat GeMAR, kami pastikan mereka tetap aman secara finansial meskipun panen gagal,” jelasnya.

Blora dipilih sebagai lokasi peluncuran nasional GeMAR karena dinilai sebagai daerah yang terbuka terhadap inovasi dan pembaruan di sektor pertanian.

Menteri Desa PDTT, H. Yandri Susanto, menyatakan dukungannya secara penuh terhadap GeMAR. Menurutnya, ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk para petani.

“InsyaAllah, ini adalah mimpi petani di seluruh Indonesia: bertani tanpa rugi. Ini akan menjadi program unggulan Kemendes PDTT yang kita gaungkan ke seluruh nusantara,” ujar Menteri Yandri. 

Ia menambahkan, dana desa kini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan.

Karena itu, pemberdayaan BUMDes menjadi kunci, termasuk kolaborasi dengan pihak swasta seperti PT ANTaM.

“Kita kawal dari hulu ke hilir, dari pembibitan, pemupukan, pembiayaan, panen, hingga distribusi. Bahkan, kalau kualitasnya bagus, kita dorong untuk ekspor,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mewakili Gubernur Jateng dalam acara ini.

Ia menyatakan bahwa desa adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional, dan Jawa Tengah siap menjadi lumbung pangan utama di Indonesia.

“Kami sangat mendukung hadirnya GeMAR. Ini bisa menjadi pemantik semangat anak muda untuk kembali ke sawah,” tegas Sumarno.

Acara peluncuran juga dihadiri Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, jajaran Dirjen Kemendes, Staf Khusus Menteri, serta perwakilan Komisi V DPR RI.

Sejumlah kepala daerah turut hadir, termasuk Bupati Sragen, Wakil Bupati Boyolali, dan Wakil Bupati Blora.

Ratusan petani, pengelola BUMDes se-Jawa Tengah, camat, serta unsur TNI/Polri dari Blora turut memadati lokasi acara yang ditutup dengan penanaman simbolis bibit jagung.

GeMAR bukan sekadar program. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam perjuangan petani, memberi perlindungan, mendampingi, dan membukakan jalan bagi generasi muda untuk kembali mencintai tanah dan ladang mereka.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018