
Bulukumba
TABLOIDSINARTANI.COM, Bulukumba --- Inovasi sederhana tapi berdampak besar tengah dilakukan sejumlah instansi pemerintah di Kabupaten Bulukumba.
Di tengah dorongan kuat untuk meningkatkan ketahanan pangan, lahan-lahan kosong di sekitar kantor dinas kini disulap menjadi kebun produktif yang menghasilkan.
Inisiatif ini salah satunya terlihat di halaman belakang Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba.
Di lahan bekas Balai Latihan Kerja (BLK) seluas 1.032 meter persegi, para pegawai BPBD kini aktif bercocok tanam di sela-sela waktu luang mereka.
"Lahan ini kita garap berkat dorongan dari Bapak Bupati Bulukumba yang selalu mengingatkan pentingnya memanfaatkan lahan tidur untuk ditanami tanaman produktif," ujar Kepala BPBD Bulukumba, Andi Hasbullah.
Lahan tersebut rencananya akan ditanami bibit cabai dan berbagai tanaman jangka pendek yang mudah dipanen.
Langkah serupa juga dilakukan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba.
Di area seluas lebih dari satu hektar yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, kini ditanami cabe, sukun, dan mangga.
Tak hanya itu, SKB juga membangun kolam ikan nila seluas 45 x 30 meter yang akan diisi hingga 30 ribu ekor ikan.
"Tujuannya jelas, agar lahan tidak terbengkalai dan bisa memberi manfaat. Selain tanaman, kami juga fokus ke budidaya ikan," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Andi Buyung Saputra.
Langkah proaktif juga terlihat di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bulukumba. Para petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang berada di bawah naungan PUTR memanfaatkan waktu luang mereka untuk mengolah pekarangan kantor.
Kini, mereka sudah bisa memetik hasil panen cabai dari kebun tersebut.
"Kita sudah beberapa kali panen, dan saat ini mulai melakukan peremajaan tanaman agar tetap produktif," kata salah satu petugas Damkar.
Gerakan ini sejalan dengan program yang terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Tim Penggerak PKK, yakni Gerakan Tanam Lombok, Nikmati Hasilnya (GEMOIH).
Program ini mendorong warga memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan kosong untuk menanam cabai dan sayuran lainnya.
Selain untuk menciptakan ketahanan pangan di tingkat keluarga, program GEMOIH juga diharapkan bisa membantu menekan laju inflasi.
Dengan tersedianya bahan pangan dari kebun sendiri, warga tidak lagi bergantung penuh pada pasar.
Langkah sederhana yang dilakukan dari halaman kantor ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari ruang terkecil, asalkan ada niat dan kemauan untuk bergerak.