
Semarang Resmi Luncurkan Srikandi Pangan
TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang – Penanganan susut dan sisa pangan (SSP) membutuhkan komitmen bersama lintas sektor, mulai dari hulu hingga hilir. Hal ini ditegaskan Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (NFA), Nita Yulianis, dalam Workshop dan Pengukuhan Srikandi Pangan Kota Semarang, Selasa (19/8).
“Secara global, 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahun. Jumlah itu setara sepertiga dari total pangan yang diproduksi dunia. Di Indonesia sendiri, timbulan sampah makanan diperkirakan mencapai 23–48 juta ton per tahun, dengan potensi kerugian ekonomi sekitar Rp551 triliun,” ungkap Nita.
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Semarang yang melibatkan kader PKK dari tingkat kota hingga kelurahan, serta organisasi pemuda KNPI, dalam gerakan Srikandi Pangan.
Menurutnya, keterlibatan ibu-ibu PKK dan pemuda mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya penyelamatan pangan.

“Kami menyambut baik inovasi daerah. Semarang hari ini memberi contoh nyata dengan menggerakkan Srikandi Pangan. Ini bukti bahwa kesadaran masyarakat untuk menghentikan boros pangan makin tumbuh,” ujarnya.
Nita menegaskan tiga peran penting masyarakat dalam penyelamatan pangan: menjadi agen perubahan dengan menerapkan 8 Tips Stop Boros Pangan, menyebarkan pesan tersebut ke lingkungan sekitar, serta melakukan aksi nyata seperti redistribusi pangan yang layak konsumsi.
Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, dalam berbagai kesempatan juga menekankan bahwa isu SSP adalah perhatian global. “Keterlibatan aktif akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, pemerintah, dan media secara sinergis adalah kunci mengatasi pemborosan pangan,” tegasnya.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengajak seluruh Srikandi Pangan membangun budaya hemat pangan di lingkungannya.
“Ambil makanan secukupnya, masak sesuai porsi, dan kalau ada sisa lebih baik dibagikan kepada yang membutuhkan. Tidak boleh ada makanan disia-siakan,” tegas Agustina

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih Setyawulan, menekankan peran penting Srikandi Pangan sebagai agen perubahan dalam edukasi konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta pencegahan sisa pangan.
Gerakan ini sekaligus mendukung empat pilar ketahanan pangan: ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas.
“Menjaga stabilitas pangan salah satunya dengan tidak boros. Saat belanja, belilah secukupnya. Begitu pula saat makan, jangan ada yang terbuang,” kata Endang.
Dalam acara tersebut, Wali Kota Semarang resmi dikukuhkan sebagai Penanggung Jawab Srikandi Pangan Kota Semarang.
Selain itu, Ketua TP PKK Kota Semarang, Lies Iswar Aminuddin, ditetapkan sebagai Ketua Srikandi Pangan, bersama Ketua KNPI Kota Semarang, Citra Mahardika, serta Ketua TP PKK dari 16 kecamatan dan 177 kelurahan yang akan bergerak di tingkat akar rumput.