
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri panen serentak komoditi padi pada Kelompok Tani (Poktan) Nipa-Nipa Mandiri di Desa Nipa-Nipa
TABLOIDSINARTANI, Bantaeng --- Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri panen serentak komoditi padi pada Kelompok Tani (Poktan) Nipa-Nipa Mandiri di Desa Nipa-Nipa.
Panen ini sekaligus menjadi ajang demonstrasi penggunaan pupuk berimbang yang terbukti mampu meningkatkan hasil produksi.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin itu mengapresiasi keberhasilan para petani Nipa-Nipa Mandiri. Ia menilai penggunaan pupuk berimbang—kombinasi urea dan MPK—memberikan hasil yang signifikan dibanding musim tanam sebelumnya.
“Alhamdulillah, pada musim tanam kedua ini hasilnya cukup melimpah. Biasanya di MT2 produksi menurun, tapi dengan penggunaan pupuk berimbang, hasilnya meningkat,” ujarnya.
Uji Nurdin juga mengingatkan pentingnya pemahaman petani terkait penggunaan pupuk sesuai kondisi tanah di setiap wilayah. “Masih banyak petani yang belum mengetahui bahwa kebutuhan pupuk harus disesuaikan dengan pH tanah. Harapan kita, petani bisa lebih bijak menggunakan pupuk berimbang untuk hasil panen yang lebih baik,” tambahnya.
Senada dengan itu, Plt Kadis Pertanian Bantaeng, Amriani, menyebut panen kali ini menjadi bukti nyata efektivitas pupuk berimbang. Menurutnya, hasil panen mencapai 7 ton per hektar, lebih tinggi dibanding musim tanam sebelumnya.
“Hari ini kita buktikan, penggunaan urea dan MPK sesuai anjuran mampu menghasilkan tujuh ton per hektar. Biasanya MT2 itu hasilnya tidak sebanyak ini,” ungkapnya.
Amriani berharap demplot pupuk berimbang bisa diperluas ke setiap desa agar kesadaran petani meningkat. Ia menegaskan, urea bukan satu-satunya pupuk yang dibutuhkan tanaman.
“Selama ini petani hanya mengenal urea. Kalau habis, mereka panik, padahal masih ada MPK. Ibarat makanan, urea itu nasi, sementara MPK adalah lauk dan sayurnya. Jadi harus seimbang,” pungkasnya.