Wednesday, 15 April 2026


Wiwitan Tandur Pari, Wagub Jateng Tandai Pemulihan 512 Hektare Sawah Terdampak Banjir

01 Sep 2025, 09:15 WIBEditor : Herman

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung ke sawah di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak.

TABLOIDSINARTANI.COM, Demak --- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung ke sawah di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Didampingi Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin, ia menanam padi menggunakan mesin transplanter dalam acara “Wiwitan Tandur Pari” sebagai simbol optimisme petani.

“Wiwitan Tandur Pari menjadi simbol semangat petani menghadapi tantangan iklim sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” ujar Taj Yasin.

Selain itu, ditambahkannya kegiatan ini juga menandai pemulihan lahan seluas 512 hektare yang sebelumnya terdampak banjir di Kabupaten Demak.

Kegiatan yang diinisiasi Pemprov Jateng bersama Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Pemkab Demak, Dinas Pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, pelaku usaha, serta masyarakat ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya rehabilitasi sungai yang selama bertahun-tahun menyebabkan banjir di empat desa. Lahan yang lama terendam kini bisa kembali produktif.

Menurut Wagub, kontribusi Demak terhadap ketahanan pangan Jawa Tengah tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada Januari–Juli 2025, Demak menyumbang 8,89% produksi padi Jateng atau sekitar 1,41?ri total nasional.

“Pemulihan 512 hektare sawah ini bukan hanya soal panen di Demak, tetapi juga menjaga stabilitas harga beras di Jawa Tengah. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus berjalan agar produktivitas segera pulih,” tegasnya.

Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin, menambahkan, dukungan dari berbagai pihak sangat berarti bagi petani.

“Selama ini banjir rob dan sedimentasi menjadi masalah utama pertanian di Demak. Dengan normalisasi sungai dan bantuan lintas pihak, petani bisa kembali menanam lebih cepat,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menegaskan pihaknya siap menjamin ketersediaan benih, pupuk, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman. “Kami pastikan petani tidak kekurangan sarana produksi agar hasil tanam optimal,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menyoroti peran pertanian dalam menekan inflasi.

 “Beras masih menjadi penyumbang inflasi di Jateng. Pada Juli 2025, inflasi tercatat 2,52% year on year, lebih tinggi dari nasional 2,37%. Normalisasi saluran irigasi di Karangtengah sudah menunjukkan hasil positif. Genangan surut, petani bisa kembali menanam,” ungkapnya.

Proses normalisasi dan pemulihan dilakukan secara gotong royong. BI menyediakan sarana pertanian dan biaya operasional alat berat, Dinas Pertanian mengerahkan brigade pompa, BBWS Pemali Juana bersama Dinas PUBMCK menurunkan excavator dan dump truck, Pertamina Patra Niaga mendukung distribusi BBM, hingga Damkar Demak dan masyarakat desa ikut membantu.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018