Sunday, 06 September 2026


Dukung Swasembada Pangan, Pemuda Tani Indonesia Gerakkan Sejuta Tugal

23 Sep 2025, 13:36 WIBEditor : Herman

Pemuda Tani Indonesia meluncurkan gerakan penanaman padi gogo bertajuk “Sejuta Tugal untuk Swasembada Pangan” di Kampung Bukit Makmur, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Kalimantan Timur – Presiden Prabowo Subianto menegaskan target Indonesia mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Menyikapi arahan tersebut, Pemuda Tani Indonesia meluncurkan gerakan penanaman padi gogo bertajuk “Sejuta Tugal untuk Swasembada Pangan” di Kampung Bukit Makmur, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Acara diawali dengan pertunjukan budaya Manugal, tarian tradisional sebagai ungkapan syukur, kemudian dilanjutkan dengan penanaman padi gogo serta penyerahan bantuan sarana pertanian kepada kelompok pemuda, karang taruna, taruna tani, pelajar, hingga kelompok tani lokal.

Kepala Kampung Bukit Makmur, Saidin Saputra, menyebut masyarakat setempat tidak hanya menanam padi, tetapi juga akan melanjutkan dengan jagung.

“Ini bukti dukungan pemuda dan rakyat terhadap program swasembada pangan Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono, menegaskan bahwa penanaman padi gogo merupakan langkah strategis menuju kemandirian pangan nasional.

“Pemuda Tani Indonesia akan menjadi motor penggerak swasembada pangan. Kami juga membentuk Satgas Padi Gogo dan akan memperluas penanaman ke seluruh Indonesia, bukan hanya di Banten dan Kalimantan Timur,” tegasnya.

Budisatrio menambahkan, program ini akan diintegrasikan dengan prioritas pemerintah, seperti Koperasi Desa Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis. Ia juga mendorong terbentuknya penangkaran benih padi gogo secara mandiri di desa-desa.

Kementerian Pertanian, melalui Tenaga Ahli Menteri R.S. Suroyo, menyampaikan padi gogo, padi sawah, dan jagung adalah tiga komoditas utama dalam program swasembada pangan 2025.

“Kalau ditanya apa peran anak muda? Jawabannya sederhana: menanam. Seminar tidak akan meningkatkan produksi,” ujarnya.

Gerakan ini juga mendapat dukungan dari sektor swasta, termasuk Triputra Group, Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan perusahaan lain di Kalimantan Timur. Ketua GAPKI Kaltim menekankan pentingnya mengawal panen padi gogo agar optimal, bahkan membuka peluang pola tanam tumpang-sisip dengan kelapa sawit.

“Dengan begitu, kita bisa mengejar swasembada pangan sekaligus swasembada energi,” katanya.

Perwakilan Triputra Agro Persada menambahkan, bahwa padi gogo mampu tumbuh di lahan kering, sehingga relevan menjawab tantangan pangan di berbagai wilayah. “Penanaman ini adalah simbol gotong royong dan komitmen bersama,” tegasnya.

Ratusan peserta yang hadir menunjukkan optimisme bahwa padi gogo dapat menjadi solusi ketahanan pangan. Pemerintah pun berkomitmen mendukung lewat bantuan alat dan mesin pertanian, program hilirisasi, hingga penyediaan benih di Kalimantan Timur.

Seperti yang sering disampaikan Presiden Prabowo, “Tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka tanpa kemandirian pangan.” Gerakan penanaman padi gogo ini diharapkan menjadi pijakan nyata menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

 

Reporter : Suroyo
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018