
Bulog perluas sebaran beras SPHP
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Upaya pemerintah menekan gejolak harga pangan mulai menunjukkan hasil positif. Data terbaru mencatat jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan harga beras naik dari 132 menjadi 148 daerah, seiring masifnya intervensi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digulirkan Badan Pangan Nasional (NFA).
Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, menyebut pencapaian ini sebagai bukti nyata efektivitas penyaluran beras SPHP melalui berbagai kanal distribusi.
“Artinya penyaluran beras SPHP kita secara umum baik dan berdampak positif terhadap stabilitas pangan nasional. Tinggal kita jaga bersama dan beri perhatian khusus pada 55 kabupaten/kota yang masih mencatat kenaikan harga di atas satu persen,” ujar Arief dalam keterangan pers di Jakarta.
Direktur Ketersediaan Pangan NFA, Indra Wijayanto, mengungkapkan realisasi distribusi beras Bulog saat ini rata-rata sudah di atas 5.000 ton per hari.
Namun, percepatan tetap dibutuhkan agar sisa target 1,1 juta ton dapat terserap sebelum akhir tahun.

“Dengan sisa waktu sekitar 107 hari, distribusi harian perlu ditingkatkan mendekati 10 ribu ton per hari agar harga beras lebih stabil di hampir semua daerah,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang aktif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Menurut Indra, jika setiap kelurahan bisa menyelenggarakan GPM minimal seminggu sekali, target distribusi beras akan lebih mudah tercapai.
Selain menekan harga lewat SPHP, pemerintah juga menyalurkan stimulus berupa bantuan pangan pada Oktober–November 2025.
Sebanyak 18,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mendapat 10 kilogram beras dan tambahan 2 liter minyak goreng merek Minyakita setiap bulan.
“Penambahan minyak goreng diharapkan bisa menjadi pemicu stabilisasi harga di pasar,” tutur Indra.

Tak hanya beras, pemerintah juga menyiapkan intervensi di sektor pakan. Akhir pekan ini, NFA akan menyalurkan 52.400 ton jagung melalui program SPHP kepada 2.109 peternak mandiri skala mikro, kecil, dan menengah.
Anggaran yang disiapkan mencapai Rp78 miliar dengan harga penyaluran Rp5.500 per kilogram.
“Langkah ini dilakukan agar harga pakan, khususnya jagung, tetap terkendali sehingga peternak rakyat bisa berproduksi lebih baik,” tegas Arief.
NFA memastikan rangkaian program mulai dari SPHP beras, bantuan pangan, hingga SPHP jagung akan terus diperkuat hingga akhir 2025.