Friday, 06 March 2026


Mentan Amran Guyur Dana ABT Rp9,95 T untuk Bibit, Target 880 Ribu Ha Lahan

30 Sep 2025, 11:53 WIBEditor : Gesha

Sebanyak Rp9,95 triliun Dana ABT siap digelontorkan Mentan Amran untuk pembelian bibit. Program ini ditargetkan buka 880 ribu hektare lahan dan dorong swasembada pangan lebih cepat.

TABLOIDSINARTANI.COM, Tarakan -- Rp9,95 triliun Dana ABT siap digelontorkan Mentan Amran untuk pembelian bibit. Program ini ditargetkan buka 880 ribu hektare lahan dan dorong swasembada pangan lebih cepat.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan langkah besar sektor pertanian melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) senilai Rp9,95 triliun yang akan digelontorkan dalam bentuk hibah bibit untuk seluruh Indonesia.

Kebijakan ini, kata Amran, merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat peningkatan produksi pangan nasional.

“Dana ini akan digunakan untuk pembelian bibit, dengan lahan siap tanam mencapai 880 ribu hektare. Dari program ini, kami menargetkan minimal menyerap 1,6 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia,” ungkap Amran dalam pembukaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) III Kalimantan Utara**, Senin (29/9).

Selain ABT, Amran menjelaskan ada tambahan dukungan dari sektor perbankan melalui Danantara dengan alokasi sekitar Rp89 triliun serta dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian yang mencapai lebih dari Rp100 triliun.

“Semua instrumen ini disiapkan agar petani tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga bisa mengakses pembiayaan dari sektor keuangan,” jelasnya.

Amran menambahkan, tahun depan sektor pertanian akan memperoleh Rp40 triliun anggaran reguler, yang disebut sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah pembangunan pertanian di Indonesia.

“Ini bukti nyata perhatian Bapak Presiden terhadap pertanian. Anggaran sebesar ini adalah bentuk keberpihakan kepada petani, agar mereka bisa semakin maju dan mandiri,” tegasnya.

Khusus untuk wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), Amran menyebut bibit yang akan diprioritaskan meliputi kelapa dalam, kakao, dan kopi.

Namun, jumlah ABT yang akan dialokasikan masih bergantung pada usulan yang diajukan masing-masing kepala daerah.

“Gubernur Kaltara sangat agresif dan aktif, makanya saya sudah tiga kali datang ke sini. Jika daerah cepat menyiapkan proposal, maka dukungan bisa segera disalurkan,” ujar Amran.

Dengan suntikan dana besar, program bibit, dan dukungan pembiayaan perbankan, Kaltara digadang menjadi salah satu pusat produksi komoditas unggulan yang bukan hanya untuk konsumsi domestik, tetapi juga berorientasi ekspor.

Strategi ini diharapkan mampu mempercepat tercapainya swasembada pangan sekaligus membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018