
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto, saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Arara Visi Hijau (AVH) di Pasirkaliki, Kota Cimahi
TABLOIDSINARTANI.COM, Cimahi – Badan Pangan Nasional (NFA) memastikan seluruh pangan segar dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, aman dan berkualitas.
Penegasan ini disampaikan Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto, saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Arara Visi Hijau (AVH) di Pasirkaliki, Kota Cimahi beberapa waktu lalu.
“Keamanan pangan adalah fondasi utama dalam program MBG. Makanan yang masuk ke anak-anak harus benar-benar aman, bergizi, dan berkualitas. Kalau tidak aman, itu bukan pangan,” tegas Andriko.
Ia menekankan pentingnya penerapan standar keamanan di setiap tahap, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, pemorsian, hingga distribusi makanan ke sekolah dan posyandu.
“Arahan Bapak Presiden jelas: makanan yang dikonsumsi anak-anak harus berkontribusi pada hidup sehat, aktif, dan produktif. Karena itu, kami minta seluruh pengelola, mulai dari kasatpel, ahli gizi, akuntan, hingga tenaga dapur, disiplin menerapkan standar pengolahan yang baik,” ujarnya.

Sejak mulai beroperasi Januari 2025, SPPG AVH Cimahi menyalurkan 3.989 porsi MBG setiap hari ke 17 sekolah dan 15 posyandu.
Dengan dukungan tenaga ahli gizi, akuntan, dan relawan, unit ini belum pernah mencatat kasus keracunan pangan.
Fasilitas SPPG AVH tergolong lengkap, mulai dari cold storage, ruang masak higienis, area pemorsian, hingga sarana sanitasi memadai.
Hasil uji cepat bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) juga menunjukkan pangan bebas dari residu pestisida, logam berat, dan formalin.
“Alhamdulillah, hasilnya bagus, tidak ada cemaran berbahaya. Ini membuktikan bahwa pangan yang disajikan aman dan terjamin mutunya,” kata Andriko.
Meski demikian, Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP) memberikan beberapa catatan perbaikan, seperti peningkatan higiene personel, penataan cold storage, dan pemilihan pemasok bersertifikat.
“Catatan ini penting agar kualitas terus meningkat,” tambah Andriko.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa pengawasan keamanan pangan segar menjadi bagian dari visi besar pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi.
“Program MBG ini harus kita kawal sungguh-sungguh. Pengawasan keamanan pangan segar sebelum diolah adalah bagian penting untuk memastikan pangan yang dikonsumsi penerima aman dan bergizi,” kata Arief.
Ia menjelaskan, NFA kini memperkuat langkah preventif dengan menghadirkan mobil laboratorium dan rapid test kit di berbagai daerah.
“Dengan alat itu, dalam hitungan menit kita bisa tahu ada tidaknya residu berbahaya. Pemerintah daerah juga bisa aktif menjaga pangan tetap aman,” ujarnya.