
Rakornas Kepegawaian BKN 2025 di Jakarta, Rabu (19/11).
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta — Indonesia kembali menunjukkan kemajuan penting dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan. Bahkan capaian dalam peningkatan produksi beras tahun ini tidak hanya berpengaruh pada Indonesia, tetapi juga mengguncang peta pangan global.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman Amran menegaskan, Indonesia kini berada pada peringkat nomor dua dunia untuk kenaikan produksi pangan, dan berpotensi naik menjadi peringkat pertama tahun depan.
“Seluruh dunia melihat. Mudah-mudahan tahun depan bisa nomor satu dunia kenaikan produksi pangan kita.” katanya dalam Rakornas Kepegawaian BKN 2025 di Jakarta, Rabu (19/11).
Lebih mengejutkan, Mentan Amran menyebut bahwa Amerika Serikat melalui United States Department of Agriculture (USDA) mampu memprediksi lonjakan produksi pangan Indonesia bahkan sebelum Indonesia memulai musim tanam. “Kita belum tanam, mereka sudah tahu. Estimasi BPS 34,7. Selisihnya nyaris nol koma. Ini sedang kami cari ilmunya,” ujarnya.
Amran mengungkap fakta monumental harga pangan dunia turun dari 650 menjadi 372 dollar AS per ton karena Indonesia tidak lagi mengimpor dalam jumlah besar. Sebelumnya, Indonesia adalah importir beras terbesar. Bahkan dua tahun berturut-turut impornya mencapai 7 juta ton dengan nilai kurang lebih Rp 100 triliun. “Tiba-tiba nol. Dan ini hasil kerja bapak-ibu semua,” ujarnya.
Dampaknya pun menurut Amran luar biasa. Penurunan harga pangan dunia tersebut nilainya setara R[ 1.000–1.500 triliun. ”Ssebuah kontribusi global yang belum pernah dicatatkan Indonesia sebelumnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Mentan Amran memaparkan keputusan berani Presiden Prabowo yang mengubah total tata kelola pupuk, termasuk menghapus lebih dari 145 regulasi penghambat, menurunkan harga pupuk 20%, menjadi pertama kali dalam sejarah pupuk Indonesia.
Apalagi kemudian pemerintah juga menambah volume pupuk hingga 700.000 ton tanpa menambah anggaran. “Dulu pupuk sulit. Seluruh Indonesia mengeluh. Sekarang alhamdulillah tidak lagi,” imbuhnya
Amran menegaskan, pertanian tidak membutuhkan wacana, tetapi tindakan nyata yang akan menjadi sebuah catatan sejarah. “Diam dengan pintar berbicara tapi tidak pintar dalam bertindak itu berbeda. Yang menghasilkan adalah Tindakan,” kata Amran.
Bagi jutaan petani hingga para pemimpin daerah, kerja keras itu bukan sekadar catatan sejarah, tetapi berkah nyata yang kini dirasakan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, Amran meyakini bahwa bila Indonesia bergerak kompak, maka negara ini mampu menjadi superpower pangan dunia.
“Bangunkan pemuda tidur, bangunkan tanah tidur. Indonesia pasti bisa menjadi negara superpower,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Mentan Amran yang dinilai memberi dampak besar bagi perkembangan sektor pertanian.
Ia menilai berbagai capaian yang terlihat hari ini tidak lepas dari konsistensi dan komitmen Mentan Amran dalam menjalankan visi pembangunan pertanian nasional. Selain itu Rifqinizamy secara terbuka menyebut hadirnya Amran sebagai berkah bagi republik ini.
Ia mengingatkan bahwa mimpi besar Presiden Prabowo Subianto di bidang pangan tidak akan pernah tercapai tanpa kekompakan seluruh elemen bangsa. “Kita kompak saja belum tentu berhasil menggapai mimpi besar Pak Presiden. Apalagi kalau kita gontok-gontokan untuk situasi politik yang tidak penting,” tegasnya.
Menurut Rifqinizamy, pesan Presiden mengenai agenda Asta Cita 7, termasuk reformasi birokrasi, menjadi pedoman penting bagi DPR dalam memastikan pemerintah pusat hingga daerah bekerja dalam satu garis prioritas nasional.
Dengan capaian swasembada, turunnya harga pangan dunia yang salah satunya akibat kebijakan Indonesia menyetop impor, revolusi tata kelola pupuk dan irigasi, hingga mimpi besar hilirisasi bernilai triliun rupiah.