Rabu, 14 Januari 2026


Tanpa APBD, Rilau Ale Luncurkan ‘Mappideceng’ Penguatan Pangan Berbasis Pertanian Sehat

05 Des 2025, 10:19 WIBEditor : Herman

Kecamatan Rilau Ale resmi meluncurkan program Model Aksi Penguatan Pangan Desa Cerdas Berkelanjutan (Mappideceng)

TABLOIDSINARTANI.COM, Bulukumba --- Pemerintah Kecamatan Rilau Ale resmi meluncurkan program Model Aksi Penguatan Pangan Desa Cerdas Berkelanjutan (Mappideceng) sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan berbasis pertanian sehat dan ramah lingkungan.

Program inovatif ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah kecamatan terhadap kebijakan ketahanan pangan Presiden Prabowo. Selain itu, Mappideceng sejalan dengan visi pembangunan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, yang mendorong kemandirian desa dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Camat Rilau Ale, Andi Amaluddin, menjelaskan bahwa Mappideceng hadir sebagai ajakan kepada warga untuk lebih optimal memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan tidur sebagai sumber penguatan pangan keluarga.

“Targetnya, program ini bisa diterapkan di seluruh desa se-Kecamatan Rilau Ale. Namun untuk tahap awal, lokus pelaksanaannya berada di Desa Bontolohe,” jelasnya.

Melalui Mappideceng, pemerintah kecamatan mendorong pengelolaan lahan menggunakan pupuk organik yang diproduksi langsung dari sampah rumah tangga. Langkah ini sekaligus menjadi edukasi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada pupuk kimia.

“Kami juga menyiapkan sistem pengelolaan sampah. Sampah organik kami olah menjadi kompos, sementara sampah anorganik didaur ulang menjadi produk kerajinan bekerja sama dengan PKK Rilau Ale,” tambah Andi Amal.

Untuk memastikan implementasi program berjalan efektif, pemerintah kecamatan membentuk tim kerja khusus dan menggandeng Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS)—komunitas yang dikenal aktif mengkampanyekan pertanian ramah lingkungan di Bulukumba.

KSPS akan memberikan pendampingan teknis terkait budidaya pertanian berkelanjutan, pemanfaatan pupuk organik, manajemen sampah, hingga pemanfaatan lahan pekarangan.

Menariknya, seluruh pelaksanaan program Mappideceng tidak menggunakan anggaran APBD maupun APBN. Program ini murni dijalankan sebagai bentuk pengabdian Camat Andi Amaluddin kepada tanah kelahirannya.

Ia berharap Mappideceng dapat menjadi gerakan kolektif masyarakat dalam memperkuat pangan rumah tangga, menciptakan lingkungan yang sehat, serta membangun desa yang cerdas dan mandiri.

“Harapan kami, Kecamatan Rilau Ale dapat menjadi kecamatan yang pangannya kuat, desanya cerdas, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018