
Bantuan untuk bencana alam di Pulau Sumatera
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Di tengah sulitnya mencari makanan di lokasi bencana alam di Pulau Sumatera, makanan cepat saji dan minuman air mineral menjadi penghilang lapar dan dahaga yang cepat.
Dengan keterbatasan alat memasak di wilayah yang terkena bencana banjir dan longsor, masyarakat kini lebih membutuhkan makanan yang bisa langsung dimakan dan air mineral untuk minum.
“Kami baru pulang dari lapangan. Kami mengecek langsung apa sih kebutuhan, ternyata yang dibutuhkan adalah masyarakat adalah makanan siap saji dan air mineral,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat melepas bantuan ke Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara dengan Kapal KRI Banda Aceh 953 melalui Dermaga Markas Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jumat (5/12).
Kalau beras menurut Amran, stoknya sudah cukup di lokasi bencana. Misalnya di Aceh ada surplus sebanyak 871 ribu ton. Bahkan pemerintah juga telah mengirim beras sebanyak 44 ribu ton, baik dari bantuan beras regular melalui cadangan beras pemerintah maupun non reguler.
”Jadi tidak ada alasan stok tidak ada dan ada saudara kita yang kekurangan beras, apalagi kelaparan. Kendalanya memang distribusinya. Jadi berasnya banyak, tinggal didistribusikan saja,” ujar Amran. Bahkan lanjutnya, pemerintah juga menyiapkan tambahan beras tiga kali lebih tinggi dari kebutuhan. Pemerintah juga telah mengirim bantuan minyak goreng sebanyak 6 ribu ton.
Pengiriman bantuan ini menurut Amran merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah. Karena itu, Bantuan Kementan Peduli akan mendapatkan pengawalan. ”Bantuan kali ini adalah bantuan yang diberikan seluruh mitra strategis, pengusaha. Terima kasih untuk teman-teman pengusaha,” ujarnya.
Total nilai bantuan yang erkumpul dati Kementan Peduli diperkirakan sebanyak Rp 75 miliar. Sedangkan total nilai yang diberangkatkan dengan Pesawat Hercules dan KRI Banda Aceh ini sebanyak Rp 34,8 miliar. “Donasi yang terkumpul itu ada yang kita belikan barang-barang kemudian disalurkan ke masyarakat. Tapi ada dana yang untuk belanja di lokasi bencana,” katanya.
Amran mencontohkan, saat ke Tapanuli Tengah menengok kondisi bencana, dirinya langsung membelanjakan untuk membeli kebutuhan pokok dengan nilai Rp 3 miliar. "Jadi kami belanja Rp 3 miliar dengan uang tunai. Jadi terus menerus seperti itu, kalau memang harus seperti itu. Ini contohnya di lapangan," tuturnya.
Hingga hari ini produk pangan yang telah dirkirim. Beras: 25 ton; minyak goreng: 35 ton; gula : 38 ton; susu: 1.780 dus; mi instan: 3.115 dus; air mineral: 2.480 dus. Produk lainnya ikan sarden, teh, kopi, pakaian, pampers, pembalut, perlengkapan salat, perlengkapan mandi, selimut, telur, obat-obatan, hingga genset.