Tuesday, 10 March 2026


Mitigasi Iklim Lewat Pangan, Pemerintah Ungkap Arah Baru RAN-PG 2025–2029

12 Dec 2025, 12:54 WIBEditor : Herman

Jejaring Pasca Panen untuk Gizi Indonesia (JP2GI) bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) menggelar seminar Bincang Pangan Sehat Lestari Seri 6 bertema “Inklusi Sistem Pangan dalam Komitmen Mitigasi Perubahan Ikl

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Jejaring Pasca Panen untuk Gizi Indonesia (JP2GI) bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) sukses menggelar seminar Bincang Pangan Sehat Lestari Seri 6 bertema “Inklusi Sistem Pangan dalam Komitmen Mitigasi Perubahan Iklim”.

Acara yang berlangsung di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Selatan, ini diikuti secara luring dan daring oleh beragam pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah, akademisi, peneliti, organisasi petani, hingga pelaku usaha.

Forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis mengenai arah pembangunan sistem pangan nasional yang lebih sehat, inklusif, dan ramah lingkungan.

Upaya tersebut juga diharapkan selaras dengan target penurunan emisi gas rumah kaca yang telah ditetapkan Indonesia dalam dokumen Second Nationally Determined Contribution (NDC).

Dalam paparannya, perwakilan Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyampaikan bahwa pembaruan Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) 2025–2029 mulai mengintegrasikan isu perubahan iklim dan pemanfaatan sumber daya pangan lokal.

Ifan Martino dari Bappenas menjelaskan bahwa RAN-PG mendorong diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal, pengurangan susut dan sisa pangan, serta penerapan praktik produksi yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Dr. Ir. Haruki Agustina dari KLH menegaskan bahwa sektor pangan memiliki potensi mitigasi yang besar melalui efisiensi energi dan penerapan budidaya berkelanjutan, yang mampu menekan emisi secara signifikan.

Dari sisi perilaku konsumsi, Ibnu Budiman, Ph.D. dari GAIN menekankan pentingnya pola makan sehat dan berkelanjutan. Ia juga mendorong pengurangan food loss and waste sebagai aksi iklim sederhana namun berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, seminar ini menegaskan pentingnya penyelarasan kebijakan pangan dan kebijakan iklim. Penguatan sinergi keduanya dianggap krusial untuk mewujudkan sistem pangan yang bergizi, aman, dan tangguh menghadapi tantangan jangka panjang.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018