Tuesday, 16 June 2026


Pasca Hancur Diterjang Banjir, Mentan Amran Laporkan 70.000 Hektare Sawah Rusak

16 Dec 2025, 10:59 WIBEditor : Gesha

Pasca diterjang banjir dan longsor, sekitar 70.000 hektare sawah di Sumatra rusak parah. Mentan Andi Amran Sulaiman melaporkan kondisi itu ke Presiden, dengan janji penanganan mulai Januari.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Pasca diterjang banjir dan longsor, sekitar 70.000 hektare sawah di Sumatra rusak parah. Mentan Andi Amran Sulaiman melaporkan kondisi itu ke Presiden, dengan janji penanganan mulai Januari.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan sekitar 70.000 hektare sawah rusak akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Laporan itu disampaikan langsung Mentan Amran kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12).

Ia memastikan, pemerintah tak tinggal diam. Penanganan sawah rusak tersebut akan mulai dikerjakan Januari 2026.

“Kerusakan sawah di lapangan ada sekitar 70.000 hektare. Insyaallah, kami bisa tangani dan mulai bekerja di Januari,” kata Amran di hadapan Presiden.

Meski diterjang bencana, Mentan Amran menegaskan ketersediaan pangan nasional masih aman. Untuk wilayah terdampak banjir dan longsor, pemerintah telah mengirimkan sekitar 44.000 ton beras sebagai bantuan pangan.

“Izin Bapak Presiden, kami laporkan bantuan pangan ke daerah bencana. Kami sudah mengirimkan beras kurang lebih 44.000 ton sampai dengan hari ini,” ujar Amran.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan cadangan beras hingga tiga kali lipat dari kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Totalnya mencapai 120.000 ton beras yang siap digelontorkan jika diperlukan.

“Cadangan kami siapkan tiga kali lipat dari kebutuhan, 120.000 ton di lapangan. Jadi, pangan tidak ada masalah,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Amran melaporkan pengiriman bantuan melalui program Kementan/Bapanas Peduli.

Bantuan tersebut berupa beras dan minyak goreng dengan total volume sekitar 6.000 ton, senilai kurang lebih Rp 1 triliun, ditambah dukungan dari kementerian lain serta para mitra senilai sekitar Rp 75 miliar.

Distribusi bantuan dilakukan lewat jalur laut. Hingga kini, dua kapal bantuan telah diberangkatkan menuju Pulau Sumatra, dan satu kapal tambahan menyusul pada Selasa (16/12).

“Dua kapal sudah kami berangkatkan. Besok kami berangkatkan lagi satu kapal. Jadi totalnya tiga kapal,” pungkas Amran.

Pemerintah berharap, langkah cepat ini bisa menjadi penyangga di tengah luka yang ditinggalkan banjir, agar sawah kembali bernapas dan dapur rakyat tetap mengepul.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018