Tuesday, 14 April 2026


Uji Konsistensi Kebijakan, Blora Tutup 2025 dengan Apresiasi Pejuang Swasembada Pangan

27 Dec 2025, 16:36 WIBEditor : Herman

Kepala DP4 Blora, Ngaliman SP, memberikan apresiasi kepada pejuang pangan

TABLOIDSINARTANI.Com, Blora ---  Kabupaten Blora menutup 2025 dengan menguji dampak nyata kebijakan pangan. Melalui Apresiasi Pejuang Swasembada Pangan, Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora memaparkan capaian, evaluasi, dan arah kemandirian pertanian daerah.

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, DP4 memilih menutup tahun dengan agenda simbolik sekaligus politis berupa Pemberian Apresiasi Pejuang Swasembada Pangan Kabupaten Blora Tahun 2025.

Forum ini menjadi ruang laporan kinerja, evaluasi capaian, sekaligus penegasan arah kebijakan pangan Blora ke depan.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD, camat, kepala desa, organisasi petani, akademisi, dunia usaha, hingga mitra strategis sektor pangan dari tingkat provinsi dan pusat.

Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa swasembada pangan tidak bertumpu pada satu institusi, melainkan pada orkestrasi kebijakan, pendampingan teknis, dan kerja lapangan yang konsisten.

Kepala DP4 Blora, Ngaliman SP, MMA, menyampaikan bahwa agenda tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap para pelaku lapangan yang selama ini bekerja di tengah tekanan cuaca ekstrem, fluktuasi harga, persoalan distribusi pupuk, serta keterbatasan sarana produksi.

Dalam laporan resminya, DP4 memaparkan sejumlah capaian sepanjang 2025 yang dinilai mencerminkan perbaikan tata kelola, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Di antaranya Juara 1 Penyelenggaraan Statistik Sektoral tingkat Kabupaten Blora, Juara 1 Penggunaan Kartu Tani Terbaik tingkat Jawa Tengah, serta Juara 1 Stan Terbaik pada Pekan Agro Digital dan Inovasi Jawa Tengah 2025.

DP4 juga meraih Juara 1 Petugas IB Terbaik Jawa Tengah kategori akseptor di atas 10.000, Juara 2 Kelompok Tani Milenial Tembakau se-Jawa Tengah, serta Juara 2 Lomba Konten Program Unggulan antar OPD se-Kabupaten Blora.

Selain itu, inovasi Gerbang Blora (Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara) kembali mengantarkan DP4 sebagai Juara 1 Festival Blora Inovasi 2025.

Prestasi tersebut melengkapi kemenangan inovasi tiga tahun berturut-turut, yakni Gerakan Sejuta Kotak Umat pada 2023, 99 Pedati pada 2024, dan Gerbang Blora pada 2025.

Salah satu sorotan utama laporan akhir tahun adalah keberlanjutan program GESEKU, yaitu pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus memperbaiki kesuburan tanah.

Ngaliman mengungkapkan, pada 2024 jumlah kotak pupuk organik mencapai 2.200 unit dan meningkat menjadi 3.950 kotak pada 2025.

Artinya, terdapat penambahan 1.750 kotak dalam satu tahun. Menurutnya, lonjakan tersebut tidak mungkin dicapai tanpa kerja kolaboratif.

DP4 secara terbuka mengakui peran Babinsa dan Koramil yang berkolaborasi dengan penyuluh pertanian, kepala desa, dan perangkat desa dalam menggerakkan petani di tingkat tapak.

GESEKU kini diposisikan bukan sekadar inovasi, tetapi sebagai alat kebijakan untuk menekan biaya input produksi, meningkatkan kemandirian petani, dan mempersiapkan transisi menuju pertanian organik.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, DP4 Blora juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Politeknik Mapena Tuban dan LPPNU Blora.

Kerja sama ini diarahkan pada pembangunan pertanian dan pengembangan pertanian organik.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun infrastruktur pengetahuan, riset terapan, pendampingan, serta regenerasi sumber daya manusia sebagai prasyarat menuju target Blora sebagai Kabupaten Organik.

Sekretaris DP4 Blora, Lilik Setyawan SP, MMA, menambahkan bahwa DP4 tidak membatasi definisi pejuang pangan hanya pada petani.

Penerima apresiasi mencerminkan ekosistem pangan yang berlapis, mulai dari Babinsa dan Koramil, penyuluh pertanian dan perikanan, BPP, kelompok tani, kepala desa, petani milenial, UPJA, petugas POPT, petugas IB dan kesehatan hewan, PKK desa atau kelurahan, Pokdakan, hingga jajaran teknis DP4.

Penghargaan juga diberikan kepada unsur TNI dan Polri, khususnya Dandim 0721 dan Kapolres Blora, atas dukungan konkret dalam pengamanan dan pengawalan program pangan strategis, terutama padi dan jagung.

Mewakili Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini menegaskan bahwa pembangunan pertanian bukan semata soal angka produksi, melainkan tentang ketahanan, kemandirian, dan martabat daerah.

Ia menekankan bahwa potensi besar Blora tidak akan berarti tanpa kerja lapangan yang konsisten. Inovasi seperti GESEKU harus terus dijaga dampaknya, bukan hanya prestasinya.

Pemerintah daerah, menurutnya, berkomitmen hadir melalui kebijakan, pendampingan, serta penyediaan sarana dan prasarana, termasuk kendaraan operasional bagi penyuluh pertanian.

Swasembada pangan, kata Sri Setyorini, merupakan tanggung jawab bersama dan bukan monopoli pemerintah.

Sebagai laporan akhir tahun, agenda ini menyisakan pekerjaan rumah yang jelas.

Apresiasi memberi pengakuan, namun keberlanjutan kebijakan akan ditentukan oleh dampak yang terukur, antara lain sejauh mana pupuk organik GESEKU mampu menurunkan biaya produksi petani, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil secara konsisten, serta bagaimana peta jalan Kabupaten Organik diterjemahkan ke dalam target komoditas, pasar, dan insentif ekonomi.

DP4 Blora menutup 2025 dengan modal data, jejaring, dan pengakuan. Tantangan 2026 adalah memastikan seluruh capaian tersebut tidak berhenti di pendopo, tetapi benar-benar mengakar di sawah, kandang, dan kolam, tempat swasembada pangan diuji setiap hari.

Reporter : Maston
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018