
Pemerintah siap kibarkan bendera seasembada pangan
TABLOIDSINARTANI.COM. Jakarta----Di tengah berbagai tantangan dalam pembangunan pertanian seperti perubahan iklim yang kian sulit diprediksi, konversi lahan yang semakin masif, dan tantangan lainnya, kondisi pangan, khususnya beras terbilang cukup aman.
Rasa aman tersebut selain adanya peningkatan produksi, juga nampak dari posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang hingga akhir tahun diprediksi sebanyak 3,4 juta ton.
Setelah beberapa tahun terakhir mengimpor beras, pemerintah bersiap mengibarkan bendera swasembada beras diakhir tutup tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Lonjakan tersebut didorong kenaikan luas panen hampir 13 persen, dengan potensi produksi padi mencapai 60,34 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang mayoritas mengonsumi beras.
Peningkatan produksi beras Indonesia berimbas pada harga pangan dunia yang turun dari 650 dollar AS menjadi 372 dollar AS per ton. Indonesia yang sebelumnya menjadi pengimpor beras terbesar di dunia, bahkan dua tahun berturut- impornya mencapai 7 juta ton dengan nilai kurang lebih Rp 100 triliun, kini tak lagi mengimpor. Dunia kehilangan pasar beras terbesar yakni Indonesia.
Bahkan saat 1 tahun Pemerintahan Prabowo Subianto, lembaga PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) dalam surveinya mengungkap, masyarakat puas dengan kinerja Pemerintah. Salah satu aspek indikator kepuasaan publik yang disurvei adalah ketahanan pangan dan revitalisasi pertanian.
Survei menunjukkan mayoritas masyarakat masih mengandalkan sektor pertanian sebagai landasan hidup masyarakat, sehingga menyebabkan pertumbuhan ekonomi bisa lebih stabil kedepan.
Kinerja pertanian juga mendapat apresiasi dari Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). Indonesia masuk dalam daftar penerima rekognisi atas kontribusi Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) dalam pembangunan sektor pangan dan pertanian dunia.
Penghargaan diserahkan pada acara Global Technical Recognition Ceremony di Kantor Pusat FAO, Roma, Italia, Rabu (15/10), dalam peringatan 80 tahun Hari Pangan Sedunia. Indonesia menjadi salah satu dari 18 penerima rekognisi KSST pada dua kategori Country-Level Recognition dan Institutional-Level Recognition.
Pada kategori Country-Level, FAO mengapresiasi peran Indonesia dalam mendorong transformasi pertanian dan ketahanan pangan global melalui program KSST yang selaras dengan FAO Strategic Framework 2022–2031 dan visi “Four Betters” (better production, better nutrition, better environment, better life).
Optimisme swasembada pangan, baca halaman selanjutnya.