Jumat, 16 Januari 2026


Inflasi 2025 Aman di 2,92 Persen! Amran Klaim Intervensi Pemerintah Bikin Harga Tetap Stabil

06 Jan 2026, 13:55 WIBEditor : Gesha

Inflasi 2025 tercatat aman di level 2,92 persen. Mentan Amran Sulaiman mengklaim stabilnya harga pangan hingga akhir tahun tak lepas dari intervensi aktif pemerintah di pasar dan distribusi.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Inflasi 2025 tercatat aman di level 2,92 persen. Mentan Amran Sulaiman mengklaim stabilnya harga pangan hingga akhir tahun tak lepas dari intervensi aktif pemerintah di pasar dan distribusi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi umum secara tahunan (year-on-year) pada Desember 2025 sebesar 2,92 persen.

Angka tersebut masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional 1,5–3,5 persen, menandakan stabilitas harga tetap terjaga hingga akhir 2025.

Inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) juga menunjukkan perbaikan.

Rata-rata inflasi pangan tahunan selama 12 bulan pada 2025 tercatat sebesar 3,32 persen, turun dibandingkan 2024 yang berada di level 4,88 persen.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan inflasi yang terkendali merupakan hasil sinergi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

“Inflasi yang tetap terkendali hingga akhir tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah hadir melalui berbagai instrumen, mulai dari Gerakan Pangan Murah, SPHP beras, hingga bantuan pangan, untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ujar Amran dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Sepanjang 2025, Bapanas bersama pemerintah daerah menjalankan berbagai intervensi pengendalian inflasi.

Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah dilaksanakan di 11.968 lokasi di 480 kabupaten/kota pada 38 provinsi.

Program ini mencatat tingkat kepuasan masyarakat sebesar 85,20 persen dengan kategori baik.

Selain itu, Bapanas mengoptimalkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk memperlancar pasokan antarwilayah.

Selama 2025, realisasi FDP mencapai 1.064 ton untuk delapan komoditas strategis atau sebesar 118,3 persen dari target, dengan penyaluran terbesar untuk beras, kedelai, minyak goreng, dan gula.

Dalam upaya stabilisasi harga beras, Bapanas bersama Perum Bulog menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

Hingga 31 Desember 2025, realisasi penyaluran SPHP beras tercatat sebesar 802,9 ribu ton.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan sebagai bagian dari perlindungan sosial. Sepanjang 2025, bantuan pangan disalurkan dalam dua tahap.

Pertama, Bantuan Pangan Beras periode Juni–Juli sebesar 365,49 ribu ton.

Kedua, Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng periode Oktober–November 2025 dengan realisasi mencapai 95,04 persen dan menjangkau 17,37 juta penerima bantuan pangan.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018