
Presiden Prabowo Subianto buka-bukaan soal swasembada beras yang dulu dicibir mustahil. Target empat tahun justru beres dalam setahun, menandai babak baru kemandirian pangan Indonesia.
TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang -- Presiden Prabowo Subianto buka-bukaan soal swasembada beras yang dulu dicibir mustahil. Target empat tahun justru beres dalam setahun, menandai babak baru kemandirian pangan Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara soal capaian yang sempat dianggap mimpi di siang bolong. Swasembada beras, yang awalnya ditargetkan rampung dalam empat tahun, ternyata bisa dicapai hanya dalam waktu satu tahun. Cepat, senyap, dan bikin banyak pihak terdiam.
Pengumuman itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Di hadapan petani dan jajaran pemerintah, Prabowo menyatakan Indonesia kini tak lagi bergantung pada pasokan beras dari negara lain.
“Dalam satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” ujar Prabowo, lugas. Menurut Prabowo, sejak awal dirinya memasang target swasembada beras dalam kurun empat tahun masa kepemimpinannya.
Target itu realistis, bahkan cenderung konservatif. Namun realitas di lapangan berbicara lain. Kerja kolektif, keberanian ambil keputusan, dan disiplin di sektor hulu hingga hilir membuat target itu runtuh lebih cepat dari perkiraan.
“Hari ini saudara-saudara membuktikan Indonesia bisa. Ini kerja putra-putri terbaik bangsa,” katanya, dengan nada bangga.
Capaian tersebut sekaligus menjadi tamparan halus bagi pihak-pihak yang selama ini meragukan kemampuan Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan.
Prabowo tak menampik adanya kelompok elite yang sejak awal bersikap nyinyir, bahkan mengejek upaya swasembada. “Malah selalu ngenyek. Aneh juga, kesehatan jiwa mereka,” ucap Prabowo, disambut riuh hadirin.
Namun, Presiden menegaskan dirinya memilih fokus pada kerja nyata ketimbang ribut di media sosial. Menurutnya, pembuktian di lapangan jauh lebih penting daripada adu opini di ruang digital. “Mereka pintar di medsos, tapi yang bekerja ini memberi bukti,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung peran Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia mengakui, selama ini ada anggapan bahwa Amran hanya pandai berbicara. Tapi capaian swasembada beras menjadi jawaban telak atas keraguan tersebut.
“Sekarang saya beri Saudara Andi Amran Sulaiman Bintang Jasa Utama,” kata Prabowo. Penghargaan itu diberikan karena Amran dinilai berhasil mewujudkan swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan.
Bagi Prabowo, ini bukan sekadar soal penghargaan personal, melainkan simbol bahwa kerja keras di sektor pertanian mulai mendapat tempat terhormat. Swasembada beras, lanjut Prabowo, bukan hanya soal angka produksi. Lebih dari itu, ini menyangkut martabat bangsa.
Pengalaman masa pandemi, ketika negara-negara menutup diri dan sulit diajak berdagang, menjadi pelajaran mahal tentang risiko ketergantungan impor.
Karena itu, capaian satu tahun ini disebut Prabowo sebagai tonggak sejarah baru. Sebuah babak yang menegaskan bahwa Indonesia mampu mengelola pangan sendiri, tanpa harus menunggu belas kasihan pasar global.