Rabu, 14 Januari 2026


Amran Bongkar Tanam Jagung Bisa Redam Kejahatan dan Dongkrak Ekonomi

09 Jan 2026, 07:57 WIBEditor : Gesha

Mentan Amran ungkap rahasia, menanam jagung bukan cuma untuk pangan, tapi bisa dongkrak ekonomi desa, buka lapangan kerja, dan cegah kejahatan sejak hulu.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bekasi -- Mentan Amran ungkap rahasia, menanam jagung bukan cuma untuk pangan, tapi bisa dongkrak ekonomi desa, buka lapangan kerja, dan cegah kejahatan sejak hulu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penanaman jagung tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga mampu meredam kejahatan sejak hulu sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

Hal itu disampaikan Amran saat menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 Swasembada Jagung di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis (8/1), yang juga diikuti secara daring dari Jakarta.

Menurutnya, menanam jagung adalah langkah preventif untuk menekan kriminalitas, kemiskinan, dan pengangguran.

“Ini sama dengan upaya cegah kejahatan dari hulu, bukan menunggu sampai terjadi di hilir. Tanam jagung oleh Polri misalnya, juga bagian dari operasi pencegahan kejahatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” ujar Amran.

Amran menekankan, program swasembada jagung seharusnya tidak hanya dilihat dari target produksi, tapi sebagai strategi nasional untuk menyentuh akar persoalan sosial.

Dengan meningkatnya pendapatan petani, membuka lapangan kerja, dan menekan pengangguran, potensi kejahatan otomatis dapat diminimalkan.

Menurut Amran, kebijakan pertanian, khususnya jagung, bukan hanya soal pangan, tapi bagian dari strategi besar negara untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketertiban sosial.

Menanam jagung berarti menanam solusi: membuka lapangan kerja, menekan kemiskinan, dan mencegah kejahatan sebelum terjadi.

“Dengan cara ini, pertanian bukan sekadar produksi, tapi instrumen preventif sosial yang menyentuh kehidupan rakyat dari hulu,” kata Amran menegaskan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK-KA14 persen) sepanjang 2025 mencapai 16,11 juta ton.

Angka ini naik 6,44 persen atau sekitar 974 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Luas panen jagung nasional juga meningkat 6,73 persen menjadi 2,72 juta hektare.

“Ini hasil kerja keras petani dan dukungan pemerintah. Presiden pun memberikan apresiasi karena produksi meningkat hingga 20 persen pada semester pertama 2025,” kata Amran.

Amran menambahkan, melimpahnya produksi jagung membuka peluang ekspor. Berdasarkan perhitungan pemerintah, potensi produksi dari total 700 ribu hektare lahan bisa mencapai 3,5 juta ton. Pemerintah menyiapkan Bulog untuk menyerap dan menyalurkan produksi ini.

BPS memproyeksikan potensi produksi jagung pada Januari–Februari 2026 mencapai 3,14 juta ton dengan luas panen sekitar 0,53 juta hektare, menandakan tren positif produksi jagung nasional masih berlanjut.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018