
Bulog dipastikan akan menyerap beras dan gabah petani
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Mentan Amran pastikan pemerintah akan menyiapkan anggaran untuk Bulog guna serap padi dan jagung sebanyak Rp39,1 triliun. Pada tahun ini, Bulog mendapat target untuk menyerap gabah 4 juta ton dan jagung 1 juta ton.
Demikian diunkapkan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran Sulaiman saat Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (3/2).
Amran menjelaskan bahwa proses serapan akan segera dilakukan setelah terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) melalui Rakortas maupun Ratas.
“Panen raya jagung dan padi sudah siap diserap. Anggaran Rp39,1 triliun sudah disetujui, tinggal menunggu Inpres. Ini benar-benar kabar baik untuk petani di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Amran menegaskan bahwa program ini bukan sekadar serapan angka, melainkan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan kesejahteraan petani sekaligus stabilitas pangan nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, aparat penegak hukum, Bulog, dan penyuluh pertanian menjadi kunci keberhasilan.
“Kita ingin agar harga tetap stabil, pasokan aman, dan petani mendapatkan harga yang adil. Ini langkah nyata, bukan hanya janji,” kata Amran.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menambahkan bahwa target pengadaan dari produksi dalam negeri pada tahun ini mencapai 4 juta ton setara beras. Hingga awal Februari, realisasi penyerapan masih terbatas karena musim panen baru dimulai di beberapa sentra produksi.
“Hingga 2 Februari 2026, Bulog sudah menyerap 112.032 ton setara beras, yang bersumber dari gabah kering panen (200.889 ton) dan beras petani (9.277 ton),” jelas Rizal.
Strategi penyerapan yang diterapkan Bulog juga lebih agresif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Rizal menyebutkan bahwa pihaknya mengoptimalkan tim jemput pangan, bersinergi dengan TNI/Polri, petugas penyuluh pertanian, serta memantau laporan langsung dari petani dan kelompok tani.
Hal ini memastikan gabah kering panen berkualitas segera masuk ke sistem pengadaan dan meminimalkan keterlambatan penyerapan.
Selain padi, Bulog menargetkan penyerapan jagung hingga 1 juta ton sepanjang 2026, dengan estimasi anggaran Rp5,5 triliun. Langkah ini tidak hanya menjamin pasokan pangan strategis menjelang Ramadan dan Idulfitri, tetapi juga membantu menstabilkan harga di tingkat konsumen, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap seluruh petani padi dan jagung dapat lebih tenang menanam, karena hasil panen mereka akan terserap dengan baik, harga terjaga, dan distribusi pangan tetap lancar. Penyerapan komoditas secara terencana juga diharapkan bisa meminimalkan prakteks spekulasi pasar dan memastikan pangan strategis tersedia merata hingga ke konsumen akhir.