Thursday, 12 March 2026


Sawah Terkena Banjir, Pusat Minta Daerah Segera Usulkan Bantuan Benih

06 Feb 2026, 11:17 WIBEditor : Yulianto

Petani sedang tanam padi

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian meminta pemerintah daerah untuk segera mengusulkan bantuan benih untuk petani yang terkena dampak banjir dan tanamannya rusak. 

Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini membuat lahan sawah petani tergenang banjir dan dikhawatirkan gagal panen. Untuk memastikan produksi tetap aman di tingkat lapangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro melakukan peninjauan langsung ke lahan pertanian terdampak genangan di Kabupaten Bekasi dan Karawang.

"Kami minta dinas setempat segera mengusulkan bantuan benih bagi petani terdampak agar tanam ulang dapat dilakukan secepatnya dan kontinuitas produksi tetap terjaga," kata Yudi Sastro.

Bantuan diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami genangan guna menekan potensi gagal panen serta memastikan gangguan lokal tidak berdampak pada produksi pangan nasional. 

Selain itu, pemerintah daerah diminta mengajukan normalisasi saluran air dan irigasi sebagai langkah jangka menengah dan panjang untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Kementan menegaskan penguatan tata kelola air dan respons cepat di lapangan menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah dinamika iklim.

Memasuki awal 2026, Kementan secara aktif melakukan pemantauan kondisi produksi dan stok pangan nasional, khususnya di wilayah sentra produksi padi. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa produksi di Pulau Jawa sebagai lumbung pangan utama nasional tetap berjalan baik.

Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat masih berada dalam kondisi produksi yang relatif aman. Karena itu, pasokan beras nasional tetap terjaga meskipun terdapat laporan banjir di beberapa lokasi.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Dengan pendekatan antisipatif tersebut, potensi dampak curah hujan tinggi dapat diantisipasi sejak dini dan tidak mengganggu ketersediaan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yakni produksi dan stok pangan nasional tetap aman, meskipun Indonesia tengah menghadapi dinamika cuaca di sejumlah wilayah.

"Kondisi hujan yang terjadi tidak berdampak terhadap ketahanan pangan karena pemerintah telah mengantisipasi melalui penguatan pengendalian produksi dan pemantauan stok secara ketat," katanya.

Amran menyampaikan bahwa stok beras nasional per Januari 2026 mencapai 3,3 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Capaian tersebut menunjukkan stabilitas produksi nasional tetap terjaga di tengah curah hujan tinggi.

“Insya Allah tidak berpengaruh sama sekali. Stok kita sekarang 3,3 juta ton. Itu tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujar Amran di Jakarta, Rabu (4/2)

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya terjadi lonjakan signifikan pada serapan beras pemerintah, peningkatan stok beras tersebut menunjukkan ketahanan sistem pangan nasional tetap kuat meskipun menghadapi dinamika cuaca.

“Januari ya komparasi tahun lalu itu hanya 14.000 ton (serapan beras) sekarang 112 ribu ton. Jadi naik 700 persen di bulan Januari, “ ungkapnya

Menurutnya, curah hujan tinggi justru mendukung percepatan tanam selama pengelolaan air berjalan baik. “Cuaca ini berkah karena mendukung tanam. Tantangan terbesar justru ketika terjadi kekeringan seperti El Nino,” tegasnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018