Thursday, 12 March 2026


Diresmikan Danantara, ID FOOD Tancap Gas Jalankan Hilirisasi Pangan

07 Feb 2026, 09:19 WIBEditor : Herman

Peresmian proyek hilirisasi pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Holding BUMN Pangan ID FOOD menyatakan kesiapan menjalankan sejumlah proyek hilirisasi strategis di sektor pangan nasional, mulai dari pengembangan peternakan unggas terintegrasi hingga industri garam berteknologi tinggi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai nilai pangan nasional sekaligus mendukung transformasi ekonomi berbasis nilai tambah.

Proyek-proyek tersebut sejalan dengan program hilirisasi nasional yang diinisiasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.

Danantara secara serentak meresmikan dan melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi fase I di 13 lokasi yang tersebar di sembilan provinsi, dengan total nilai investasi sekitar US$ 7 miliar. Seluruh proyek lintas sektor ini diproyeksikan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja.

Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, mengatakan keterlibatan ID FOOD dalam proyek hilirisasi fase I merupakan bentuk komitmen holding pangan nasional dalam menjaga ketahanan pangan melalui pengembangan industri hulu hingga hilir.

“Proyek ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja usaha, tetapi juga menjawab kebutuhan strategis negara terkait ketersediaan pangan, stabilitas pasokan, dan keterjangkauan harga. Hilirisasi menjadi instrumen penting untuk memperkuat kemandirian pangan nasional,” ujar Ghimoyo di Malang.

Salah satu proyek yang diresmikan adalah pembangunan kandang dan hatchery Grand Parent Stock (GPS) milik anak usaha ID FOOD, PT Berdikari, yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare dengan kapasitas 18.000 ekor GPS.

Secara proyeksi, fasilitas tersebut mampu menghasilkan sekitar 900 ribu DOC Parent Stock (PS) broiler dan 130 juta DOC Final Stock (FS). Produksi tersebut diperkirakan dapat menghasilkan hingga 169 juta kilogram daging ayam karkas.

Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas GPS merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor hulu industri perunggasan nasional serta mengurangi ketergantungan impor bibit unggas.

“Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat mendorong pemerataan produksi ayam pedaging ke luar Pulau Jawa dan mendukung pemenuhan kebutuhan protein nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.

Sementara di sektor garam, ID FOOD melalui PT Garam melaksanakan groundbreaking tiga proyek hilirisasi fase I sebagai bagian dari transformasi industri garam nasional.

Ketiga proyek tersebut meliputi pembangunan Pabrik Garam Industri berteknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Manyar, Kabupaten Gresik, bekerja sama dengan PT Unilever Indonesia Tbk.

Pembangunan Pabrik Garam Olahan Segoromadu 2 di Kabupaten Gresik; serta pembangunan Pabrik Garam Industri MVR di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, bekerja sama dengan PT SCC Chemical Engineering Indonesia.

Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, mengatakan proyek-proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi garam industri serta garam olahan dalam negeri. Total kapasitas produksi ketiga fasilitas ini diperkirakan mencapai 380.000 ton per tahun.

“Pengembangan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor garam industri, mengoptimalkan produksi nasional, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekosistem industri lokal,” ujarnya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018