Thursday, 12 March 2026


200 Ribu Jemaah Haji Bakal Disuplai Beras Lokal, 2.280 Ton Beras RI Terbang ke Arab Saudi

10 Feb 2026, 10:45 WIB

Sebanyak 2.280 ton beras premium produksi dalam negeri disiapkan pemerintah untuk diekspor ke Arab Saudi, khusus memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sebanyak 2.280 ton beras premium produksi dalam negeri disiapkan pemerintah untuk diekspor ke Arab Saudi, khusus memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.

Pemerintah mulai membuka babak baru ekspor pangan nasional. Tahun ini, Indonesia menyiapkan ekspor perdana 2.280 ton beras premium produksi dalam negeri ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.

Rencana tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Senin (9/2/2026). Kebijakan ini sekaligus menandai langkah awal pemanfaatan surplus beras nasional untuk kebutuhan strategis di luar negeri.

“Untuk tahun ini kita mulai. Kita akan bekerja keras supaya jemaah haji kita berasnya dari Indonesia. Kita semua sepakat dan mendukung penuh agar beras itu dari kita dan diekspor ke Arab Saudi,” ujar Zulkifli Hasan usai rapat.

Menurut Zulhas, keputusan mengekspor beras haji tidak akan mengganggu pasokan maupun stabilitas harga di dalam negeri. Stok beras nasional saat ini dinilai aman, bahkan diproyeksikan mengalami surplus, sehingga ruang ekspor dinilai terbuka lebar.

Selain faktor ketersediaan, pertimbangan kenyamanan jemaah juga menjadi alasan utama. Selama ini, tidak sedikit jemaah haji Indonesia yang kurang cocok dengan beras lokal Arab Saudi.

“Banyak jemaah kita di Saudi tidak cocok dengan beras di sana karena rasanya berbeda. Beras Indonesia lebih pulen dan sudah sesuai selera,” kata Zulhas.

Dari sisi teknis, Perum Bulog ditunjuk sebagai penanggung jawab penyediaan beras premium tersebut. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut ekspor perdana direncanakan berlangsung pada minggu ketiga Februari 2026.

“Kami rencanakan ekspor perdana sekitar 2.280 ton. Namun kami juga siapkan hingga 3.000 ton untuk mengantisipasi jika ada tambahan kebutuhan,” ujar Ahmad.

Ia menegaskan, volume ekspor tersebut relatif kecil dibandingkan total stok beras Bulog yang saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton. Dengan demikian, pasokan beras dalam negeri dipastikan tetap aman.

Beras yang akan dikirim ke Arab Saudi memiliki spesifikasi premium dengan tingkat butir pecah maksimal 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Seluruh beras diproduksi dari gabah panen baru agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga hingga sampai ke tangan jemaah.

Untuk memenuhi standar internasional, Bulog menggunakan fasilitas penggilingan modern berbasis teknologi terkomputerisasi. Sistem ini dirancang untuk menjaga konsistensi mutu, dari proses pengolahan hingga pengemasan.

Dari sisi tata kelola, pemerintah memastikan seluruh tahapan ekspor, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pengiriman, memenuhi ketentuan keamanan pangan dan persyaratan negara tujuan. Koordinasi juga dilakukan dengan kementerian dan lembaga teknis terkait, termasuk kepabeanan dan karantina.

Respons dari pemerintah Arab Saudi terhadap rencana penggunaan beras Indonesia bagi jemaah haji disebut positif. Ahmad menyampaikan bahwa Saudi Arabia pada prinsipnya menyambut baik, mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar setiap tahun.

“Saudi Arabia sudah welcome dan mendukung. Saat ini koordinasi perizinan impor terus berjalan melalui Kementerian Perdagangan kedua negara,” ujarnya.

Pemerintah menilai ekspor beras haji ini bukan sekadar pengiriman logistik musiman, tetapi juga langkah awal penguatan ekspor pangan bernilai tambah. Skema yang digunakan pada tahap awal masih bersifat business to business, sebelum dievaluasi untuk pengembangan yang lebih berkelanjutan.

Ke depan, peluang keberlanjutan ekspor beras haji terbuka lebar, seiring konsistensi swasembada pangan nasional dan penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir. Jika berjalan mulus, beras lokal tak hanya mengenyangkan negeri sendiri, tapi juga menemani langkah jemaah Indonesia di Tanah Suci.

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018