Thursday, 12 March 2026


Bulog Bidik Gudang Logistik Haji, Beras hingga Daging Disiapkan

10 Feb 2026, 10:54 WIBEditor : Gesha

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jaenal Effendi

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Perum Bulog membidik pembangunan gudang logistik di Kampung Haji Makkah untuk menjamin pasokan pangan jemaah Indonesia. Tak cuma beras, minyak, ikan hingga daging disiapkan demi konsumsi haji dan umrah yang aman dan berkelanjutan.

Perum Bulog membidik pembangunan gudang logistik di kawasan Kampung Haji, Makkah, Arab Saudi, sebagai langkah strategis memastikan ketersediaan pangan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Gudang ini dirancang menjadi pusat penyimpanan berbagai komoditas pangan strategis, mulai dari beras, minyak, ikan, hingga daging.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap awal dan akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pemerintah Arab Saudi melalui koordinasi bersama Kementerian Haji.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Menteri Haji. Kami mohon agar Bulog bisa diberikan ruang di kawasan Kampung Haji. Kalau diizinkan, kami ingin membangun gudang Bulog di sana,” ujar Rizal di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Menurut Rizal, keberadaan gudang logistik haji Bulog di Makkah akan menjadi penopang utama rantai pasok pangan jemaah Indonesia, baik saat musim haji maupun umrah. Dengan gudang sendiri, pasokan logistik diharapkan lebih terjamin, stabil, dan sesuai kebutuhan konsumsi jemaah.

Ia menyebut kapasitas awal gudang yang direncanakan sekitar 1.000 ton. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan jemaah. Namun, Bulog membuka peluang penambahan gudang secara bertahap jika kebutuhan logistik meningkat di masa mendatang.

“Untuk awal 1.000 ton itu cukup. Kalau nanti kebutuhannya bertambah, kita bisa bangun lagi bertahap,” kata Rizal.

Gudang logistik haji tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan beras. Bulog menargetkan gudang ini menjadi pusat logistik terpadu yang menampung berbagai bahan pangan dalam satu sistem.

“Harapannya satu paket. Ada beras, ada minyak, ada ikan, ada daging. Kalau ada ikan dan daging tentu harus dilengkapi cold storage,” ujarnya.

Untuk merealisasikan rencana ini, Rizal mengungkapkan pihaknya akan segera melakukan survei langsung ke Arab Saudi. Survei tersebut bertujuan memastikan lokasi gudang, kesiapan lahan di Kampung Haji, serta pemetaan dapur-dapur yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.

“Kami akan survei ke sana. Rencananya berangkat hari Rabu bersama Dirjen Haji untuk memastikan semuanya,” kata dia.

Saat ini, tercatat sekitar 30 hingga 40 dapur yang melayani jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Setiap dapur melayani sekitar 2.500 hingga 3.000 jemaah. Dengan skema logistik terpusat melalui gudang Bulog, distribusi pangan ke dapur-dapur tersebut diharapkan lebih efisien dan terkontrol.

Pemerintah menilai rencana pembangunan gudang logistik haji ini sejalan dengan upaya penguatan peran Bulog dalam menjamin ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Tanah Suci.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018