Thursday, 12 March 2026


DPR Tinjau Gudang Bulog Kulon Progo, Stok Beras DIY Dijamin Aman hingga Idulfitri 2026

12 Feb 2026, 18:49 WIBEditor : Gesha

Komisi IV DPR RI meninjau Gudang Bulog Kulon Progo untuk memastikan stok beras DIY aman dan mencukupi hingga Idulfitri 2026.

TABLOIDSINARTANI.COM, Kulon Progo – Komisi IV DPR RI meninjau Gudang Bulog Kulon Progo untuk memastikan stok beras DIY aman dan mencukupi hingga Idulfitri 2026.

Komisi IV DPR RI meninjau Gudang Perum Bulog Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (12/2/2026), guna memastikan stok beras di wilayah tersebut aman dan mencukupi hingga Idulfitri 1447 H/2026. Dari hasil peninjauan, pasokan beras dipastikan tersedia dalam jumlah cukup dan distribusinya berjalan terkendali menjelang Ramadhan.

Peninjauan dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto bersama jajaran Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan Perum Bulog. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi stok serta kesiapan distribusi pangan strategis nasional, khususnya beras, di DIY.

Usai melakukan pengecekan di gudang, Panggah Susanto menyampaikan bahwa persediaan beras yang dikelola Bulog dalam kondisi baik dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Ia juga menilai kualitas beras yang tersedia layak dan siap disalurkan.

“Kami optimistis stok akan terus bertambah seiring panen raya di DIY. Dari hasil peninjauan, persediaan aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri,” ujar Panggah.

Sejalan dengan itu, Direktur Pemasaran Perum Bulog DIY Febby Novita mengungkapkan bahwa stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 134 ribu ton.

Jumlah tersebut dinilai memadai untuk menjaga ketersediaan beras di DIY dalam beberapa bulan ke depan, termasuk selama periode Ramadhan dan Idulfitri.

“Menjelang panen raya, Bulog siap menyerap gabah dan beras petani. Harga pembelian ditetapkan Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp12.000 per kilogram untuk beras,” jelas Febby.

Secara nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga memastikan kondisi stok pangan dalam keadaan aman dan bahkan lebih dari cukup hingga Idulfitri 2026. Ia menegaskan bahwa dengan ketersediaan yang ada, tidak ada alasan terjadinya kenaikan harga di atas ketentuan.

“Tidak ada alasan harga naik. Stok cukup, pedagang tidak boleh menjual di atas HET,” tegas Mentan Amran.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah melakukan percepatan tanam sejak akhir 2025 sebagai langkah antisipatif menghadapi peningkatan kebutuhan selama Ramadhan.

“Melalui program Cetak Sawah Rakyat dan optimalisasi lahan, produksi dijaga tetap stabil. Penyuluh mendampingi petani hingga panen, dan kami berkoordinasi dengan Bulog serta Bapanas untuk memastikan distribusi berjalan lancar,” ujarnya.

Di tingkat daerah, Pemerintah DIY juga memastikan stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga.

Mewakili Gubernur DIY, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmat menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal distribusi pangan menjelang hari besar keagamaan.

“Kami berkomitmen menjaga harga tetap terkendali dan pasokan terpenuhi,” katanya.

Dengan sinergi antara DPR RI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bulog, ketersediaan beras di DIY menjelang Ramadhan hingga Idulfitri 2026 dipastikan dalam kondisi aman.

Masyarakat pun diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan pangan pokok.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018