Thursday, 12 March 2026


Produksi Beras Meningkat, Mentan Amran Optimistis Indonesia Siap Ekspor Global

25 Feb 2026, 08:01 WIBEditor : Gesha

Produksi beras nasional terus menanjak, Menteri Pertanian **Andi Amran Sulaiman** optimistis stok kian kuat, swasembada terjaga, dan Indonesia siap melangkah ke pasar ekspor beras global.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Produksi beras nasional terus menanjak, Menteri Pertanian **Andi Amran Sulaiman** optimistis stok kian kuat, swasembada terjaga, dan Indonesia siap melangkah ke pasar ekspor beras global.

Lonjakan produksi dan penguatan stok beras nasional menjadi sinyal kuat kebangkitan sektor pangan Indonesia. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan swasembada, tetapi juga siap menembus pasar ekspor beras global dalam waktu dekat.

Keyakinan tersebut disampaikan Amran saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Pertanian bersama jajaran pejabat pusat dan daerah di Auditorium Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (24/2).

Menurutnya, penguatan stok beras dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi penting menuju kemandirian pangan sekaligus membuka peluang Indonesia sebagai pemasok beras dunia.

Kementerian Pertanian mencatat pengadaan beras nasional pada Januari meningkat hingga 78 persen dibandingkan periode sebelumnya. Saat ini stok beras nasional mencapai sekitar 3,5 juta ton dan diproyeksikan terus bertambah seiring panen raya serta peningkatan produksi sekitar 15 persen hingga Maret.

Jika tren kenaikan tersebut bertahan selama tiga bulan ke depan, stok beras nasional diperkirakan menembus angka 6 juta ton — capaian yang disebut belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka.

“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton,” ujar Amran optimistis.

Bahkan, jika konsistensi produksi terjaga hingga akhir tahun, potensi surplus beras nasional diproyeksikan mencapai sekitar 9 juta ton.

Meski capaian tersebut dinilai sebagai prestasi besar, Amran mengingatkan seluruh jajaran pertanian agar tidak lengah. Pemerintah ingin momentum peningkatan produksi terus dijaga demi memastikan ketahanan pangan jangka panjang.

Dengan proyeksi stok yang kuat, pemerintah mulai membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara sahabat. Beberapa negara yang dijajaki sebagai tujuan ekspor antara lain Filipina, Malaysia, Arab Saudi, serta Papua Nugini.

Menurut Amran, distribusi ekspor bahkan berpotensi dilakukan langsung dari wilayah Indonesia bagian timur guna mempercepat logistik dan efisiensi biaya pengiriman.

“Kalau tiga bulan ke depan tidak ada aral melintang, kita siap ekspor,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyampaikan di forum internasional mengenai keberhasilan Indonesia menekan impor dan memperkuat swasembada pangan nasional.

Amran menegaskan keberhasilan swasembada tidak hanya bergantung pada produksi jangka pendek, melainkan pada penguatan fondasi struktural melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan.

Realisasi cetak sawah tahun lalu mencapai sekitar 200 ribu hektare dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare. Sementara program optimalisasi lahan telah berjalan ratusan ribu hektare dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Program tersebut diyakini mampu menjaga keberlanjutan swasembada pangan dalam jangka panjang.

“Ini yang membuat swasembada kita bertahan lima sampai tujuh tahun, bahkan bisa sepuluh tahun kalau berlanjut,” tegasnya.

Selain beras, pemerintah juga memperkuat swasembada komoditas pangan strategis lainnya. Saat ini terdapat sembilan komoditas yang telah mencapai swasembada, sementara kedelai dan bawang putih masih menjadi fokus utama pemerintah.

Amran mengakui swasembada kedelai memiliki tantangan lebih besar, sedangkan bawang putih dinilai lebih realistis untuk dicapai dalam waktu dekat.

Di sisi lain, pemerintah menargetkan swasembada gula konsumsi dapat tercapai tahun ini, sedangkan gula industri diproyeksikan menyusul dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Dalam arahannya, Amran juga memberikan apresiasi kepada jajaran pertanian daerah atas kontribusi mereka terhadap peningkatan produksi nasional. Ia menyebut para pelaku sektor pertanian sebagai “pahlawan pangan” yang berperan penting mengangkat citra Indonesia di tingkat global.

Pemerintah, kata Amran, akan terus memperkuat sinergi pusat dan daerah guna menjaga momentum produksi, mempercepat realisasi program strategis, serta memastikan pengawasan berjalan efektif.

“Kita pertahankan dan tingkatkan capaian ini. Saya akan cek satu per satu,” ujarnya.

Dengan lonjakan produksi, stok melimpah, dan rencana ekspor yang mulai disiapkan, pemerintah menilai sektor pertanian Indonesia sedang memasuki fase baru — dari sekadar memenuhi kebutuhan dalam negeri menuju pemain penting dalam rantai pasok pangan global.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018