
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Wala, Koramil 1420-03/Maritengngae, Serka Irwan Dike yang turun langsung mendampingi proses panen padi milik warga binaan
TABBLOIDSINARTANI.COM, Sidrap --- Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus dilakukan melalui sinergi antara aparat kewilayahan dan para petani.
Salah satu bentuk nyata terlihat dari kehadiran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Wala, Koramil 1420-03/Maritengngae, Serka Irwan Dike yang turun langsung mendampingi proses panen padi milik warga binaannya.
Panen tersebut berlangsung di areal persawahan seluas sekitar 1,30 hektare milik H. Ramang, anggota Kelompok Tani Sentosa 1 yang berada di Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae.
Kehadiran Babinsa di tengah-tengah petani menjadi bagian dari pendampingan intensif yang telah dilakukan sejak tahap pengolahan lahan hingga masa panen.
Meski kondisi cuaca belakangan kerap berubah, hasil panen tetap menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan.
Berdasarkan hasil ubinan dan perhitungan di lapangan, produktivitas sawah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 7 ton gabah per hektare.
Capaian ini dinilai cukup baik dan menjadi motivasi bagi petani setempat untuk terus meningkatkan kualitas budidaya padi.
Serka Irwan Dike menjelaskan, keterlibatan Babinsa dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata TNI AD terhadap program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan tidak sekadar simbolis, tetapi diwujudkan melalui koordinasi rutin dengan petani, pemberian motivasi, hingga membantu mencari solusi atas berbagai kendala teknis di lapangan.
“Kami ingin memastikan para petani merasa didampingi. Mulai dari masa tanam, pemupukan hingga panen, kami berupaya selalu hadir agar produksi tetap optimal,” ujarnya.
Sementara itu, H. Ramang mengaku sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang secara konsisten mengawal kegiatan pertanian di wilayahnya.
Ia menilai komunikasi yang terjalin antara kelompok tani dan Koramil 1420-03/Maritengngae sangat membantu, terutama saat menghadapi berbagai tantangan seperti serangan hama maupun perubahan cuaca.
Ia berharap sinergi antara petani dan aparat kewilayahan dapat terus terjaga sehingga hasil panen di masa mendatang bisa semakin meningkat.