Sunday, 12 April 2026


Poligonisasi Lahan Padi Gogo di Sukabumi, Asa bagi Petani

13 Mar 2026, 16:29 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan poligonisasi padi gogo di Sukabumi

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi---Program pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan lahan tadah hujan dengan budidaya padi gogo menjadi asa besar bagi petani. Salah satunya petani di wilayah Sukabumi, Jawa Barat yang memang mempunyai lahan untuk budidaya padi gogo cukup luas.

Harapan besar terhadap pengembangan padi gogo diungkapkan, Ketua Kelompok Petani Hidup Baru, Desa Bojong Jengkol, Jampang Tengah, Sukabumi, Ujang Sofyan Syarif. ”Kami sangat senang dengan hadirnya program penanaman padi gogo yang menjadi program prioritas Kementerian Pertanian saat ini,” katanya.

Ia mengakui, penanaman padi gogo masih bersifat musiman yakni setahun sekali dengan produksinya 3-4 ton/ha. Karena itu ia berharap kehadiran program ini memberikan semangat bagi petani untuk konsisten menanam padi gogo setiap tahun.

Bahkan Ujang yakin bisa tanam dua kali setahun. ”Asalkan didukung pemerintah dan memang hingga saat ini pemerintah terus memberikan bantuan benih dan pupuk juga pendampingan penyuluh yang sangat bagus,” ucapnya.

Ujang juga berharap berharap pemerintah memberikan bantuan alat mesin pertanian karena pengolahan lahan kini sudah modern. Karenanya petani membutuhkan bantuan cultivator kecil. :Ini sangat membantu petani untuk mengolah lahan yang konturnya berlereng,” kata Ujang.

Seperti diketahui Kementerian Pertanian tengah menggenjot produksi padi gogo dengan target luas tanam nasional sebesar 320 ribu hektar (ha). Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi, Leli Nuryati mengatakan, Kabupaten Sukabumi memiliki lahan padi gogo cukup luas.

Di tahun 2026, Kabupaten Sukabumi mendapatkan target penanaman padi gogo seluas 17.558 ha. Dengan luas lahan tersebut, Kabupaten Sukabumi akan memiliki kontribusi 43.37 persen terhadap target Propinsi Jawa Barat sebesar 40.478 ha. ”Ini merupakan potensi untuk menambah produksi padi nasional khususnya di kabupaten Sukabumi," tegasnya.

Pada tahun 2025, Leli menyebutkan realisasi tanam padi gogo di Kabupaten Sukabumi tercatat 23.231,6 ha. Adapun penanaman padi gogo, dilakukan mulai September hingga Desember 2025 dengan umur tanaman sekitar 3-4 bulan. Dengan demikian, luas panen padi gogo akan tercatat adalah pertanaman Januari-April tahun 2026.

Hitungannya, dengan rata-rata produktivitas padi gogo sekitar 2 ton/ha, produksi padi gogo Kabupaten Sukabumi dapat mencapai 46 ribu ton pada tahun 2026. ”Tentunya ini akan memberikan potensi kontribusi kenaikan produksi padi di Kabupaten Sukabumi. Begitu pula di Jawa Barat dan nasional," tambah Leli.

Poligonisasi Lahan

Dalam upaya memperbaiki data produksi padi nasional, Kementerian Pertanian Bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan poligonisasi lahan padi gogo. Salah satu lokasi percontohan adalah Sukabumi yang nantinya bisa menjadi acuan nasional.

Salah satunya dengan menerjunkan tim untuk poligonisasi lahan padi gogo di Sukabumi. Kementan menerjunkan tim yang berkolaborasi dengan BPS dan pemerintah daerah ke Kabupaten Sukabumi untuk kegiatan percontohan poligonisasi lahan padi gogo. Kegiatan ini  guna mendapatkan data luas lahan yang aktual dan akurat, sehingga dapat diperhitungkan ke dalam frame Kerangka Sampling Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS).

“Menteri Pertanian memiliki terobosan yang sangat brilian dalam meningkatkan produksi beras nasional. Salah satunya mengoptimalkan potensi lahan padi gogo yang cukup signifikan,” kata Leli saat kegiatan poligonisasi padi gogo di Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/3).

Menurut Leli yang juga Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Perijinan Pertanian (PVT-PP), luas lahan padi gogo yang ditanam secara rutin tiap tahun perlu diperhitungkan dalam frame KSA secara proposional. Harapannya agar dapat mendongkrak produksi padi nasional. ”Kegiatan poligonisasi lahan padi gogo ini untuk mendapatkan akurasi luas lahannya,” ujarnya.

Leli berharap, dengan adanya kegiatan poligonisasi akan dioverlay dengan frame KSA akan masuk dalam perhitungan produksi padi oleh BPS. Untuk itu, lokasi lahan padi gogo yang masuk dalam frame KSA dapat menambah sampel lahan di Sukabumi dan juga secara nasional.

Dengan begitu, luas tanam yang tercatat dalam meningkatkan luas panen tercatat oleh KSA BPS. Artinya, luas panen di Sukabumi dan juga daerah lainnya akan lebih tinggi dibanding sebelumnya lahan padi gogo yang luasanya belum tercatat dalam KSA. "Jika realisasi luas tanam padi gogo tersebut masuk ke dalam perhitungan luas panen KSA maka produksi padi di Kabupaten Sukabumi juga akan meningkat," katanya.

Di tempat yang sama, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Nandang Sudrajat mengatakan, poligonisasi padi gogo merupakan upaya untuk memasukkan produksi padi gogo ke dalam sampling KSA BPS. Dengan adanya poligonisasi ini, luas lahan dan panen hingga produksi padi gogo di Kabupaten Sukabumi dan secara nasional dapat dimasukkan dalam perhitungan produksi beras nasional.

“Kabupaten Sukabumi ini merupakan daerah yang memiliki potensi lahan padi gogo yang sangat luas, potensinya ada sekitar 37 ribu ha. Hal ini yang menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai percontohan kegiatan poligonisasi ini untuk diterapkan ke semua daerah di Indonesia,” tuturnya.

Nandang berharap agar daerah mengoptimalkan potensi lahan padi gogo ini. Kementerian Pertanian tentunya akan mendukung dan memfasilitisi penuh. Misalnya bibit, pupuk, alat mesin pertanian dan juga harganya agar memberikan keuntungan bagi petani.

Perlu diketahui, kegiatan poligonisasi di Kabupaten Sukabumi ini dilakukan mulai 11-13 Maret 2026. Poligonisasi di 11 kecamatan yakni Kecamatan Waluran, Cisolok, Kabandungan, Cikidang, Cidadap, Jampang Tengah, Simpenan, Jampangkulon, Warungkiara, Nyalindung dan kecamatan Ciracap. Poligonisasi menggunakan drone, aplikasi ArcGis Field Map dan pengisian kuesioner identifikasi padi gogo.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018