
Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty saat memonitoring oplah di Banyuasin
TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuasin - Upaya percepatan peningkatan produksi pangan nasional terus diperkuat melalui berbagai program strategis di daerah. Salah satunya melalui kegiatan monitoring progres percepatan olah lahan dan percepatan tanam di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty, yang juga bertugas sebagai Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan wilayah Sumatera Selatan. Monitoring sebagai bagian dari upaya memastikan percepatan implementasi program optimalisasi lahan dan peningkatan indeks pertanaman di wilayah cetak sawah baru.
Inneke Kusumawaty meninjau langsung kondisi lahan, progres pengolahan tanah, serta kesiapan petani dan Brigade Pangan dalam mendukung percepatan tanam. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program CSR sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah, Brigade Pangan, dan petani di lapangan.
“Monitoring ini penting untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target, mulai dari olah lahan hingga percepatan tanam. Kita ingin tidak ada waktu yang terbuang sehingga produktivitas lahan dapat segera ditingkatkan,” ujarnya pada Minggu (19/4).
Ia juga menekankan, Brigade Pangan memiliki peran strategis sebagai penggerak utama di lapangan, khususnya dalam mengawal proses percepatan tanam di lahan-lahan baru. Dengan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan teknis yang berkelanjutan, Brigade Pangan diharapkan mampu mempercepat transformasi lahan CSR menjadi lahan produktif.
Lebih lanjut, Inneke menjelaskan, percepatan olah lahan menjadi kunci dalam meningkatkan indeks pertanaman, terutama di wilayah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan ini, lahan CSR yang semula belum tergarap diharapkan dapat segera ditanami dan bahkan ditingkatkan frekuensi tanamnya.
Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam dan optimalisasi lahan merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Kita tidak boleh menunda tanam.
Setiap jengkal lahan yang sudah siap harus segera ditanami. Dengan percepatan ini, kita optimistis produksi pangan nasional dapat terus meningkat dan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penguatan peran sumber daya manusia pertanian dalam mendukung keberhasilan program ini.
“Brigade Pangan menjadi ujung tombak di lapangan. Melalui pendampingan, pelatihan, dan fasilitasi yang tepat, kita dorong peningkatan kapasitas petani agar mampu mengelola lahan secara optimal, produktif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan monitoring ini juga menjadi momentum evaluasi lapangan terhadap berbagai kendala yang dihadapi, seperti kesiapan lahan, ketersediaan air, hingga koordinasi antar pihak terkait. Hasil monitoring akan menjadi dasar dalam merumuskan langkah percepatan berikutnya.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Banyuasin dapat berjalan lebih optimal, sehingga mampu berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi padi di Sumatera Selatan serta mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.