Tuesday, 09 June 2026


Percepatan Swasembada Pangan Nasional, BRMP Bengkulu Kawal Gertam Lahan Oplah 50.000 Hektar

30 Apr 2026, 17:52 WIBEditor : Gesha

BRMP Bengkulu kawal Gertam 50.000 ha lahan oplah guna percepat swasembada pangan nasional melalui tanam serempak dan teknologi pertanian modern.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bengkulu Selatan -- BRMP Bengkulu kawal Gertam 50.000 ha lahan oplah guna percepat swasembada pangan nasional melalui tanam serempak dan teknologi pertanian modern.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat langkah strategis dalam mempercepat swasembada pangan nasional berkelanjutan. 

Salah satu upaya konkret tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak (Gertam) pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) seluas 50.000 hektar yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis, 30 April 2026.

Kegiatan nasional ini dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, dan melibatkan berbagai provinsi sentra pangan, termasuk Provinsi Bengkulu yang menjadi salah satu daerah penggerak utama program tersebut.

Di Provinsi Bengkulu, Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian Bengkulu (BRMP Bengkulu) turut turun langsung mengawal pelaksanaan Gertam yang tersebar di 9 kabupaten dengan total potensi tanam mencapai 300 hektar. 

Keterlibatan aktif BRMP Bengkulu menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar teknis budidaya modern.

Lokasi utama pelaksanaan tingkat provinsi dipusatkan di Desa Terulung, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada lahan Kelompok Tani Terulung Makmur seluas 21 hektar. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bengkulu Selatan, Kepala BRMP Bengkulu, BBPKH beserta Liaison Officer (LO), jajaran Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten, penyuluh pertanian, Babinsa, serta Brigade Pangan.

Data terbaru menunjukkan bahwa lahan Oplah di Provinsi Bengkulu mencapai 12.163 hektar yang tersebar di sembilan kabupaten. 

Saat ini, sebagian besar lahan tersebut telah memasuki Musim Tanam Kedua (MT-2), menandakan peningkatan intensitas produksi pertanian di daerah tersebut.

Sementara itu, capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Oplah Bengkulu sejak Januari hingga April 2026 telah mencapai 5.706 hektar, menunjukkan progres positif dalam percepatan realisasi program ketahanan pangan nasional.

Untuk memastikan keberhasilan program, jajaran pimpinan dan tim teknis BRMP Bengkulu disebar ke berbagai titik strategis.

Di Kabupaten Bengkulu Tengah pengawalan dilakukan di Desa Sri Kuncoro, Kabupaten Lebong di Desa Pelabai, serta Kabupaten Bengkulu Utara di Desa Taba Baru.

Selain itu, pelaksanaan Gertam juga berlangsung serentak di beberapa daerah lain seperti Kabupaten Seluma di Desa Napalan, Kabupaten Kaur di Desa Talang Padang, Kabupaten Mukomuko di Desa Pasar Ipuh, Kabupaten Rejang Lebong di Desa Kampung Baru, dan Kabupaten Kepahiang di Desa Air Hitam.

Kepala BRMP Bengkulu, Dr. Shannora Yuliasari, S.TP., MP menegaskan program Gertam ini tidak hanya fokus pada peningkatan luas tanam, tetapi juga pada penerapan teknologi pertanian modern, standarisasi budidaya, serta peningkatan kapasitas petani melalui pendampingan intensif.

“Melalui pendampingan berkelanjutan, kami memastikan petani tidak hanya menanam, tetapi juga menerapkan teknologi yang tepat agar produktivitas meningkat dan hasil panen lebih optimal,” ujarnya.

Seperti dketahui, Gerakan Tanam Serempak ini menjadi bagian dari strategi besar Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global, termasuk perubahan iklim dan dinamika ekonomi dunia.

Optimalisasi lahan Oplah, Cetak Sawah Rakyat (CSR), serta rehabilitasi lahan pascabencana menjadi tiga pilar utama dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional.

Tak hanya itu, melalui Gerakan Tanam Serempak (Gertam) 50.000 hektar, BRMP Bengkulu dan Kementerian Pertanian menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat transformasi sektor pertanian. 

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani, program ini diharapkan mampu mempercepat tercapainya swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan dan mandiri.

Sinergi ini juga menjadi langkah strategis menuju Indonesia yang lebih tangguh dalam ketahanan pangan, sekaligus memperkuat posisi petani sebagai garda terdepan pembangunan nasional.

Reporter : Rara
Sumber : BRMP Bengkulu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018