Sunday, 06 September 2026


Buktikan Stok CBP Tembus 5,2 Juta Ton, BEM se Indonesia Cek ke Gudang Bulog

06 May 2026, 16:21 WIBEditor : Yulianto

Diut Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani bersama BEM se Indonesia saat berkunjung ke gudang Bulog

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berada di gudang Bulog kini telah menembus angka 5,2 juta ton. Percaya atau tidak? Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menawarkan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Indonesia untuk melihat gudang Bulog yang berada di daerah masing-masing.

Demikian ditegaskan Amran di sela-sela pertemuan dengan BEM se Indonesia di kediaman Kalibata 10, Jakarta, Rabu (6/5). “Para mahasiswa bisa melihat langsung gudang Bulog. Jangan ada yang kita tutupi. Kami bebaskan mrlihat gudang Bulog seluruh Indonesia,” katanya.

Amran mengungkapkan, saat ini gudang-gudang Bulog yang ada di seluruh Indonesia sudah penuh terisi beras. Bahkan data Perum Bulog, hingga akhir April stok CBP sudah mencapai 5,2 juta ton. “Dulu stok CBP kita hanya 2,6 juta ton. Sekarang sampai 5,2 juta ton. Padahal kapasitas gudang Bulog hanya 3 juta ton. Ini luar biasa,” katanya.

Dengan stok CBP sebesar itu, Amran menegaskan kembali bahwa Indonesia sudah benar-benar swasembada. Bahkan data produksi beras, bukan hanya disampaikan BPS, tapi juga Organisasi Pangan se Dunia (Food and Agriculture Organitation/FAO) dan United States Department of Agriculture (USDA).

“Ada yang mengatakan, ini diragukan. Gimana diragukan? Impor tidak ada. Tanda tangannya kan dari saya dengan Menteri Perdagangan. Yang mengatakan swasembada dan produksi melompat adalah BPS. Itu independen, kemudian FAO dan USDA. Itu mereka yang mengatakan,” tuturnya.

Saat berkunjung ke gudang Bulog Sunter bersama BEM se-Indonesia, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, saat ini gudang Bulog di seluruh Tanah Air sudah terisi penuh beras CBP yang volumenya mencapai 5,2 juta ton.

“Sampai hari stok beras kita mencapai 5,2 juta ton. Ini pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Ini cukup membanggakan,” katanya. Bahkan pengadaan gabah Bulog kini terus berlanjut, sampai 6 Mei sudah 2,4 juta ton atau 60 persen dari target sebanyak 4 juta ton setara beras

"Semua berkah sinergi dengan berbagai pihak, baik dinas pertanian, penyuluh pertanian, bahkan TNI Polri dalam mengawal serapan gabah petani tersebut," tambahnya.

Karena itu Rizal mengatakan, pihaknya mengajak mahasiswa BEM se-Indonesia untuk melihat langsung kondisi stok beras Bulog dan proses pemrosesan dari beras bakalan menjadi beras medium dan premium.

Sementara Hanifah, salah seorang pengurus BEM mengatakan, dengan melihat sendiri proses pengolahan beras dan kondisi stok yang ada di gudang Bulog, adanya kehawatiran kekurangan beras sebagai dampak El Nino kini tak perlu lagi ada, kerena stok beras aman.

Wirawan penrgurus BEM UKI juga menegaskan, setelah menyaksikan proses beras Bulog da stok yang ada, dirinya meminta masyarakat tidak perlu khawatir lagi terhadap stok beras pemerintah

“Pemerintah telah menyiapkan pangan untuk masyarakat. Kami bersama-sama teman BEM lain di seluruh Indonesia juga akan memastikan stok beras di daerah,” katanya seraya menambahkan bahwa sebelumnya sempat  ragu dengans tok beras pemerintah dengan isu yang ada di media. “Tapi kini hal tersebut tertepis karena stok pangan memang ada,” ujarnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018