Saturday, 12 September 2026


Didukung Kementan dan TNI, Oplah Pohuwato Bikin Sawah Baru Meluas Drastis

22 May 2026, 15:19 WIBEditor : Gesha

Didukung Kementan dan TNI, program Oplah dan CSR di Pohuwato sukses mengubah lahan tidur menjadi sawah baru produktif dan siap panen.

TABLOIDSINARTANI.COM, Pohuwato -- Didukung Kementan dan TNI, program Oplah dan CSR di Pohuwato sukses mengubah lahan tidur menjadi sawah baru produktif dan siap panen.

Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus mempercepat program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (Oplah) guna mendukung swasembada pangan nasional.

Upaya tersebut disampaikan langsung saat teleconference Gerakan Tanam Serempak 50 ribu hektare lokasi Oplah dan CSR yang dipusatkan di Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga melaporkan perkembangan pelaksanaan program cetak sawah dan penanaman padi di wilayahnya yang terus menunjukkan progres positif.

Saipul mengatakan, saat ini pembukaan dan pengolahan lahan terus berjalan.

Bahkan pada kegiatan terbaru, Pemkab Pohuwato kembali menambah areal tanam sekitar 100 hektare dan sebagian lahan lainnya sudah memasuki masa panen.

“Alhamdulillah hasil percobaan pertama sudah mulai terlihat. Hari ini ada tambahan penanaman sekitar 100 hektare dan sebagian area juga sudah siap dipanen,” ujar Saipul dalam teleconference tersebut.

Ia menjelaskan, program CSR dan Oplah menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali lahan tidur agar produktif dan mampu meningkatkan produksi pangan daerah.

Menurutnya, hamparan sawah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini telah berhasil ditanami setelah dilakukan pembukaan lahan, pembangunan saluran pengairan, hingga pengolahan sawah.

“Lahan yang sebelumnya tidur sekarang sudah bisa dimanfaatkan kembali karena pengairannya sudah tersedia dan lahannya dibersihkan,” katanya.

Saipul juga mengungkapkan, hamparan sawah yang berada tidak jauh dari lokasi penanaman sebelumnya telah berhasil dipanen pada awal Maret 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti program cetak sawah rakyat mulai memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan di Pohuwato.

Program itu turut mendapat dukungan penuh dari jajaran TNI, khususnya Kodim 1313/Pohuwato dan Korem 133/Nani Wartabone yang aktif melakukan pendampingan kepada kelompok tani selama proses pembukaan lahan hingga penanaman.

Selain pendampingan, pemerintah juga menyiapkan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan combine harvester, termasuk pembangunan infrastruktur penunjang berupa irigasi dan jalan usaha tani.

Berdasarkan data Gerakan Tanam Serempak 50 Ribu Hektare Lokasi Oplah dan CSR per 22 Mei 2026, Provinsi Gorontalo mencatat target tanam 100 hektare dan seluruhnya telah terkonfirmasi terealisasi.

Sementara pada program Oplah 2025, Gorontalo memiliki target tanam 430 hektare dengan realisasi konfirmasi tanam mencapai 453 hektare atau melampaui target.

Secara nasional, total target Gerakan Tanam Serempak mencapai 50.270 hektare dengan realisasi konfirmasi 50.267 hektare atau selisih 3 hektare dari target nasional.

Saipul menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Forkopimda, penyuluh pertanian, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program swasembada pangan berkelanjutan.

“Kami berharap cita-cita menjadikan Pohuwato sebagai lumbung pangan dapat tercapai dan swasembada pangan berkelanjutan terus terjaga,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut didampingi Plt Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Eko Nugroho Dharmo Putro. Usai teleconference, rombongan meninjau langsung lokasi cetak sawah yang sebagian telah ditanami padi dan sebagian lainnya siap memasuki masa panen.

Hamparan lahan yang sebelumnya tidak produktif kini mulai berubah menjadi areal pertanian aktif dan memberikan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Antusiasme masyarakat dan kelompok tani pun terlihat tinggi dalam mendukung program tersebut. 

Pemerintah daerah optimistis, melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, TNI, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani, program CSR dan Oplah di Pohuwato dapat terus berkembang dan menjadi salah satu penopang utama swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia Timur.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018