Sunday, 06 September 2026


Tak Takut El Nino, Sudaryono Kebut Tanam 750 Hektar Padi di Lamongan Demi Amankan Pangan RI

31 May 2026, 17:51 WIBEditor : Gesha

Tak gentar menghadapi ancaman El Nino, Wamentan Sudaryono mempercepat tanam 750 hektar padi di Lamongan guna menjaga produksi dan stok pangan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Lamongan – Tak gentar menghadapi ancaman El Nino, Wamentan Sudaryono mempercepat tanam 750 hektar padi di Lamongan guna menjaga produksi dan stok pangan nasional.

Berikut naskah straight news media online dengan gaya berita aktual dan informatif:

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menggenjot percepatan tanam padi seluas 750 hektar di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebagai langkah menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

Langkah tersebut dilakukan melalui Gerakan Tanam (Gertam) yang dipusatkan di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Lamongan. 

Dalam kegiatan itu, Sudaryono bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy meninjau langsung penanaman padi varietas Inpari 32 di lahan seluas 12 hektar yang menjadi bagian dari target tanam harian 750 hektar.

Menurut Sudaryono, peningkatan produksi pangan hanya bisa dicapai dengan memperluas areal tanam. 

Karena itu, pemerintah terus memastikan seluruh kebutuhan petani tersedia, mulai dari benih, pupuk, irigasi hingga alat dan mesin pertanian.

“Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak. Karena itu pemerintah memastikan seluruh kebutuhan produksi dipenuhi agar petani bisa meningkatkan luas tanam dan produktivitasnya,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Selain melakukan tanam bersama, pemerintah juga menyerahkan bantuan pertanian kepada petani berupa benih padi, benih jagung, hand tractor dan rotavator guna mendukung peningkatan produktivitas lahan.

Sudaryono menilai Lamongan memiliki peran strategis dalam menopang produksi pangan nasional. 

Daerah tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur dengan produktivitas pertanian yang tinggi.

Di tengah ancaman El Nino, Sudaryono menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional.

Menurutnya, stok beras nasional saat ini berada pada level aman.

Ia menyebut total cadangan beras nasional yang berasal dari stok Bulog, tanaman yang masih berada di lahan (standing crop) dan stok yang beredar di masyarakat mencapai sekitar 28 juta ton.

“Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama kurang lebih 11 bulan,” katanya.

Bahkan, lanjut Sudaryono, apabila El Nino berlangsung hingga enam bulan, pemerintah meyakini kebutuhan pangan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Berdasarkan berbagai proyeksi, dampak El Nino diperkirakan mulai terasa kuat pada periode Juli hingga September dengan puncaknya terjadi pada Agustus mendatang. 

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.

Upaya yang dilakukan antara lain revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan sarana pengairan, pengeboran air tanah serta program pompanisasi di berbagai sentra produksi pangan. 

Sejak 2024, Kementan tercatat telah menyalurkan hampir 100 ribu unit pompa air ke berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan berbagai program pemerintah pusat telah memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di daerahnya, termasuk kemudahan akses pupuk bagi petani.

“Alhamdulillah pupuk di Kabupaten Lamongan saat ini aman, tersedia dengan mudah dan harga yang terjangkau. Ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian di Lamongan,” ujar Yuhronur.

Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus memperkuat kesiapan menghadapi perubahan iklim melalui optimalisasi jaringan irigasi, pemanfaatan pompanisasi dan normalisasi saluran air untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Dengan percepatan tanam, penguatan sarana produksi, modernisasi pertanian serta langkah mitigasi perubahan iklim yang terus dilakukan, pemerintah optimistis target peningkatan produksi pangan nasional dapat tercapai dan ketersediaan pangan tetap terjaga meski menghadapi tantangan El Nino.

Reporter : Nattasya
Sumber : BPPSDMP
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018