Tuesday, 18 August 2026


MT Gadu 2026 Simeulue Tengah Dimulai, Tanam Serentak Dijadwalkan Agustus

24 Jun 2026, 10:53 WIBEditor : herman

Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Simeulue Tengah menggelar Musyawarah Turun ke Sawah Musim Tanam (MT) Gadu Tahun 2026

TABLOIDSINARTANI.COM, Simeuleu --- Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Simeulue Tengah menggelar Musyawarah Turun ke Sawah Musim Tanam (MT) Gadu Tahun 2026 di Aula Kecamatan Simeulue Tengah, Senin (22/6).

Forum tersebut menghasilkan kesepakatan bersama terkait jadwal dan pola tanam yang akan diterapkan petani di wilayah tersebut.

Kegiatan itu dihadiri Plt Camat Simeulue Tengah, Kapolsek Simeulue Tengah, Imam Mukim, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Simeulue Tengah, para kepala desa se-Kecamatan Simeulue Tengah, Keujruen Blang, serta ketua kelompok tani.

Dalam musyawarah tersebut, seluruh kepala desa menandatangani nota kesepakatan sebagai pedoman pelaksanaan musim tanam gadu tahun 2026.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Kasirman, melalui Koordinator BPP Simeulue Tengah, Herliansah, mengatakan bahwa musyawarah ini bertujuan menyepakati pola tanam yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan musim tanam tahun ini.

“Musyawarah tingkat kecamatan ini dilaksanakan untuk menetapkan pola tanam yang tepat pada Musim Tanam Gadu Tahun 2026 sehingga pelaksanaannya dapat berjalan serentak dan terkoordinasi,” ujar Herliansah.

Ia menjelaskan, jadwal turun ke sawah akan dimulai pada Juli 2026 dan berakhir setelah masa panen pada Desember 2026.

Pada minggu pertama hingga kedua Juli, petani dijadwalkan melaksanakan Keunduri Blang dan rehabilitasi pagar sawah. Selanjutnya, penyemprotan lahan dilakukan pada minggu kedua hingga minggu keempat Juli.

Memasuki minggu keempat Juli, petani mulai melakukan pengolahan lahan tahap I dan tahap II. Sementara itu, penyemaian dan penaburan benih dijadwalkan berlangsung pada minggu pertama Agustus.

“Penanaman serentak di seluruh wilayah Kecamatan Simeulue Tengah akan dilaksanakan pada minggu ketiga Agustus 2026,” jelasnya.

Herliansah menambahkan, panen raya dan kegiatan pascapanen diperkirakan berlangsung mulai minggu pertama hingga minggu keempat Desember 2026.

Pada musim tanam kali ini, petani diimbau menggunakan varietas padi unggul bantuan pemerintah. Jika menggunakan padi lokal, petani diminta memilih varietas berumur pendek dan tidak menanam padi dengan masa tanam lebih dari lima bulan.

Sementara itu, Plt Camat Simeulue Tengah, Mansur Lubis, menegaskan bahwa musyawarah turun ke sawah bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis yang menentukan keberhasilan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

“Rapat musyawarah ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi forum penentu masa depan para petani di Kecamatan Simeulue Tengah,” tegas Mansur.

Ia juga menyoroti target nasional swasembada pangan tahun 2026 yang telah dicanangkan Presiden Republik Indonesia.

“Presiden telah menegaskan bahwa Indonesia harus mampu mencapai swasembada pangan pada tahun 2026. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Kecamatan Simeulue Tengah, khususnya Kabupaten Simeulue, harus mampu menjadi contoh dalam mendukung program tersebut,” pungkasnya.

 

Reporter : Monanda Phermana - PPL Kabupaten Simeulue
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018