Wednesday, 15 July 2026


Mentan : Produksi Beras Naik Hasil Kebijakan Strategis Pemerintah

02 Jul 2026, 13:45 WIBEditor : Yulianto

Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Presiden Prabowo Subianto

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Produksi beras nasional diperkirakan tetap tumbuh hingga Agustus 2026. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras untuk konsumsi masyarakat sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 25,28 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya luas panen dan produksi padi nasional, sekaligus memperkuat optimisme Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian.

Beberapa kebijakan yakni percepatan tanam, perbaikan irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, hingga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang berpihak pada petani.

“Alhamdulillah, produksi pangan nasional terus menunjukkan tren positif. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu memperkuat produksi pangan nasional agar Indonesia semakin mandiri dan petani semakin sejahtera,” kata Amran.

Amran menegaskan, tren peningkatan produksi yang terus terjaga tersebut juga sejalan dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 38 juta ton. Produksi tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi di dunia.

“FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia tahun ini mencapai sekitar 38 juta ton. Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah berada pada jalur yang benar. Indonesia kini tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan dunia sebagai salah satu kekuatan pangan global,” ujar Amran.

Amran mengatakan, berbagai program prioritas pemerintah akan terus diperkuat untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional. Diantaranya pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan areal tanam, optimalisasi lahan rawa, pengembangan mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, serta penguatan hilirisasi pertanian.

“Kita tidak boleh berhenti. Produksi harus terus ditingkatkan, biaya produksi petani harus ditekan, dan kesejahteraan petani harus terus naik. Dengan kerja bersama, kita optimistis Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tegas Amran.

Data BPS tersebut menunjukkan bahwa kapasitas produksi pangan nasional tetap terjaga hingga pertengahan tahun 2026. Peningkatan produksi beras yang didukung oleh kenaikan produksi padi dan luas panen menjadi modal penting dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah berbagai tantangan global.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018