Saturday, 08 August 2026


El Nino Mengintai, Kementan Tetap Gaspol Tanam Serempak Oplah dan CSR di 25 Provinsi

31 Jul 2026, 16:54 WIBEditor : Gesha

Meski ancaman El Nino membayangi, Kementan mempercepat Gerakan Tanam Serempak Oplah dan CSR di 25 provinsi demi menjaga produksi pangan nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Konawe – Meski ancaman El Nino membayangi, Kementan mempercepat Gerakan Tanam Serempak Oplah dan CSR di 25 provinsi demi menjaga produksi pangan nasional.

Ancaman perubahan iklim dan potensi El Nino tak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat produksi pangan nasional.

Melalui Gerakan Tanam Serempak, pemerintah mempercepat pemanfaatan lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) agar segera berproduksi di berbagai daerah.

Gerakan tersebut digelar serentak pada Jumat (31/7/2026) di 25 provinsi yang menjadi lokasi program Oplah Tahun 2024–2025 serta CSR Tahun 2025. Kegiatan utama dipusatkan di Desa Kumapo, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menegaskan percepatan tanam menjadi langkah strategis untuk meningkatkan indeks pertanaman sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan Gerakan Tanam Serempak bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari gerakan nasional untuk memperluas areal tanam dan mempercepat produksi pangan.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,” ujar Arsanti.

Menurutnya, peningkatan indeks pertanaman menjadi kunci agar lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan percepatan tanam, lahan yang telah mendapatkan dukungan pemerintah melalui Oplah dan CSR dapat segera memberikan kontribusi terhadap produksi pangan nasional.

“Tujuan kita adalah meningkatkan indeks pertanaman. Tantangan tentu ada, tetapi dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak saya yakin dapat kita atasi,” katanya.

Di tengah potensi ancaman El Nino yang dapat berdampak terhadap ketersediaan air dan produktivitas tanaman, pemerintah memilih mempercepat musim tanam agar tanaman memiliki peluang tumbuh optimal sebelum memasuki periode kering.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam merupakan strategi penting untuk menjaga momentum produksi pangan sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.

Menurutnya, lahan-lahan yang telah dioptimalkan melalui program pemerintah harus segera dimanfaatkan agar mampu meningkatkan produksi dan menjaga pasokan pangan masyarakat.

Kepala BPPSDMP juga menyampaikan pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi menghadapi tantangan iklim, mulai dari optimalisasi sumber air melalui pompanisasi, percepatan tanam, hingga pemanfaatan lahan rawa.

“Strategi menghadapi El Nino salah satunya melalui pompanisasi dan optimalisasi lahan, termasuk memanfaatkan lahan rawa agar tetap produktif dan mampu mendukung peningkatan produksi pangan,” ungkap Arsanti.

Arsanti menyebut keberhasilan peningkatan produksi pangan nasional tidak lepas dari kerja bersama petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga seluruh pemangku kepentingan pertanian.

Ia juga menyoroti capaian cadangan pangan pemerintah yang terus meningkat.

Hingga pertengahan Juli 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 5,2 juta ton, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Sementara itu, serapan beras dalam negeri telah mencapai sekitar 3,4 juta ton setara beras.

“Keberhasilan swasembada pangan adalah keberhasilan kita bersama. Ini merupakan hasil kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus bekerja menjaga produksi pangan nasional,” ujar Arsanti.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pemerintah daerah turut menyampaikan perkembangan program pertanian di wilayah masing-masing.

Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak yang dinilai mampu meningkatkan aktivitas pertanaman. 

Ia juga menyampaikan kebutuhan tambahan alat dan mesin pertanian, terutama combine harvester untuk mendukung proses panen.

Sementara itu, Wakil Bupati Tapin, H. Juanda, melaporkan masih terdapat tantangan pada sejumlah lokasi CSR, terutama terkait infrastruktur pendukung. Namun, ia optimistis penyuluh dan petani mampu mengatasi kendala tersebut.

Menanggapi masukan daerah, Arsanti mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam mengawal peningkatan produksi pangan.

Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Tin Latifah, mengingatkan pentingnya menjaga semangat tanam di tengah berbagai tantangan.

“Kita tidak dapat berharap panen jika tidak melakukan tanam. Karena itu, apa pun kendalanya, kegiatan tanam harus terus berjalan,” ujarnya.

Gerakan Tanam Serempak ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, BRMP, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, hingga petani.

Melalui percepatan tanam Oplah dan CSR di 25 provinsi, Kementan menargetkan lahan pertanian semakin produktif, indeks pertanaman meningkat, dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski menghadapi tantangan perubahan iklim.

Reporter : Nattasya
Sumber : BPPSDMP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018