
Dirut Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Serapan gabah Perum Bulog hingga Juli 2026 telah menembus 87 persen atau 3,5 juta ton dari target sebanyak 4 juta ton setara beras. Dengan waktu yang tersisa sampai akhir tahun atau 5 bulan lagi, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani optimis bisa melampau target.
Seperti diketahui, Tahun 2025 Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dengan produksi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 34,71 juta ton dan diperkirakan surplus 3-4 juta ton beras. Sementara pengadaan gabah Bulog tahun lalu sebesar 3,19 juta ton setara beras.
“Tahun 2025/2026 menjadi sejarah baru bagi Bulog. Mungkin dulu kita pernah swasembada beras, tapi mungkin pengadaannya tidak sebesar itu,” kata Rizal saat Tasyakuran dan Doa Bersama atas beberapa keberhasilan Bulog selama ini yang berlangsung di Gedung Bulog, Jakarta, Senin (3/8) malam.
Dari pengadaan beras sebanyak 3,5 juta ton tersebut, Rizal mengatakan, akumulasi stok di gudang Bulog mencapai 5,4 juta ton beras. Karena itu, ia yakin kondisi pangan dalam negeri hingga tahun depan cukup aman.
Apalagi stok beras di Bulog tersebut ditambah yang ada di Horeka (Hotel, Restauran dan Katering) yang diperkirakan sebanyak 10 juta ton dan standing crop padi yang akan menhasilkan sekitar 10 juta ton beras. “Jika kita tambahkan, maka stok beras di dalam negeri akan mencapai 25-26 juta ton,” katanya.
Jika kebutuhan konsumsi beras masyarakat yang mencapai 2,2 juta ton/bulan, maka dengan stok mencapai 25 juta ton, bisa men-cover kebutuhan beras selama 10 bulan lebih. “Kami yakin meski ada El Nino, pasokan pangan masih bisa kita penuhi. Bahkan stok tersebut sampai waktu panen padi lagi tahun depan,” ujarnya.
Rizal menegaskan, meski nanti pengadaan gabah/beras mencapai target pada September, Bulog akan tetap melakukan pembelian gabah petani. "Jika September nanti kita bisa menyarap 4 juta ton beras, kami akan tetap melanjutkan membeli gabah petani sampai akhir tahun," tuturnya.
Sementara itu BPS memproyeksikan produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat sepanjang Januari-September 2026 mencapai 28,71 juta ton. Capaian tersebut meningkat 0,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Produksi beras tersebut merupakan konversi dari produksi padi mencapai 49,84 juta ton GKG, atau meningkat sekitar 0,01 juta ton GKG dibandingkan periode yang sama tahun lalu.