Saturday, 05 September 2026


BABAK BARU MBG

20 Aug 2026, 15:17 WIBEditor : Yulianto

Kepala BGN, Sudaryono bersama relawan MBG

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Berbagai kasus yang menimpa program prioritas tersebut, mendorong pemerintah akhirnya mengevaluasi besar-besaran. Dari soal lokasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga yang paling krusial adalah keamanan pangan MBG.

Presiden Prabowo Subianto akhirnya menunjuk Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang yang belum seumur jagung menahkodai lembaga tersebut, pada Rabu (22/7).

Tiga hari setelah dilantik sebagai Kepala BGN, Jumat (24/7) Sudayono sempat melakukan pengecekan langsung kondisi Satuan Pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG) di Bogor yakni SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02 dan SPPG Tegal Bundil 5.

Sidak tersebut untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi di lapangan. Pada kesempatan itu Sudaryono menegaskan, seluruh SPPG wajib memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola yang telah ditetapkan. SPPG yang tidak mampu memenuhi standar tersebut akan dibina dan dievaluasi. Namun, jika tetap tidak menunjukkan perbaikan, operasionalnya akan dihentikan.

Di tengah upaya BGN membangun kepercayaan kembali ke masyarakat, kasus keracunan saat mengonsumi MBG kembali bermunculan. Terakhir di SMPN Jepara, Jawa Tengah yang memakan korban 123 orang siswa dan guru. Terbanyak berada di Jayapura, hampir 527 orang korban.

Keamanan Pangan Nomor Wahid

Kasus-kasus tersebut mendorong BGN terus memperbaiki tata kelola program MBG agar tidak ada keracunan massal lagi. Bagi Sudaryono, keamanan pangan merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, makanan yang bergizi harus terlebih dahulu dipastikan aman sebelum dikonsumsi oleh peserta didik.

“Pada saat kita bicara gizi, maka yang paling utama sebelum kita bicara itu semua adalah keamanan pangan. Kalau kita bicara bergizi, itu putaran kedua. Putaran pertamanya adalah bahwa makanan bergizi yang kita berikan itu harus aman terlebih dahulu,” tegas Mas Dar dalam Kick-off Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru, Rabu (12/8).

Mas Dar mengatakan, BGN terus melakukan penguatan terhadap sistem keamanan pangan MBG, termasuk melalui penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), penguatan fungsi pengawasan, perbaikan sistem, serta peningkatan keterbukaan dan keterlibatan publik dalam mengawasi pelaksanaan MBG.

BGN tidak hanya menargetkan penurunan kejadian keracunan makanan, tetapi memastikan tidak ada satupun penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan akibat makanan MBG. “Kalau secara statistik angka keracunan dibanding periode-periode sebelumnya mengalami banyak sekali penurunan, tapi bukan itu tujuan kita. Tujuan kami adalah nol. Tidak boleh satu orang pun, siapapun itu kemudian mengalami keracunan,” tegasnya.

Keamanan pangan Mas Dar menilai merupakan persoalan yang menyangkut kesehatan dan keselamatan penerima manfaat sehingga tidak dapat ditoleransi apabila terjadi pelanggaran. Jadi, jika ditemukan makanan yang meragukan keamanannya, maka ia meminta agar makanan tersebut tidak boleh dibagikan, bahkan tidak boleh dikonsumsi.

“Manakala ditemukan tidak layak, misalnya ada lauk, ada sayur, ada buah, ada nasi. Misalnya yang bau hanya sayurnya. Harus tidak dikonsumsi semuanya,” tegas Mas Dar. Bahkan BGN kini mewajibkan dapur MBG mencantumkan batas waktu maksimal konsumsi pada makanan yang dibagikan.

BGN menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap batas waktu konsumsi makanan dalam pelaksanaan Program MBG. Mas Dar mengingatkan, makanan yang telah melewati batas waktu tersebut tidak boleh dikonsumsi dan harus dikembalikan kepada SPPG untuk diperiksa.

“Setiap makanan MBG wajib dikonsumsi paling lambat empat jam setelah makanan tersebut matang. Ini menjadi bagian upaya menjaga keamanan dan kualitas pangan bagi para penerima manfaat,” katanya.

BGN juga menegaskan bahwa apabila terjadi kelalaian yang berdampak pada keamanan makanan, maka tindakan tegas akan dilakukan terhadap SPPG . Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BGN untuk memperkuat pengawasan dan memastikan pelaksanaan MBG mengedepankan kesehatan, keselamatan, dan keamanan seluruh penerima manfaat.

Peran Guru

Sebagai upaya meningkatkan pengawasan terhadap MBG, Mas Dar juga mengajak para guru untuk berperan juga dalam pemeriksaan organoleptik dengan memperhatikan kondisi makanan sebelum disantap bersama peserta didik. BGN kini membuka kanal komunikasi khusus bagi guru untuk menyampaikan keluhan, masukan, temuan, maupun pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.

Kanal tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memperkuat pengawasan sekaligus mendorong keterbukaan dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program. Guru dapat menyampaikan berbagai informasi terkait pelaksanaan MBG melalui email saluran_gurupicMBG@bgn.go.id.

Mas Dar menilai, keterlibatan guru sangat penting karena guru berada langsung di lingkungan sekolah dan mendampingi peserta didik dalam pelaksanaan MBG. Karena itu, masukan dari guru dapat menjadi sumber informasi bagi BGN untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus melakukan perbaikan pelayanan.

Kanal tersebut merupakan bagian dari komitmen BGN untuk membangun pemerintahan yang terbuka terhadap respons masyarakat. Setiap masukan yang disampaikan guru akan menjadi perhatian BGN untuk ditindaklanjuti secara bertahap sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kualitas layanan MBG.

Selain membuat kanal khusus guru, untuk memperkuat sistem pengawasan Program MBG, BGN juga membuka tiga jalur pengaduan melalui mekanisme PO Box yang ditujukan bagi kelompok pemangku kepentingan yang berbeda. Sistem pengaduan tersebut dirancang agar setiap laporan dapat diterima secara langsung, diverifikasi, dan ditindaklanjuti secara cepat.

Mas Dar menilai, pengawasan yang efektif tidak hanya berasal dari internal lembaga, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Program MBG.  Upaya memperkuat pengawasan Program MBG ini menjadi wajah baru bagi BGN. 

Bagi sahabat SINAR TANi yang ini mendapatkan informasi lengkap mengenai ulasan mengenai MBG bisa membacannya di Tabloid Sinar Tani Cetak atau e paper. Jika ingin berlangganan bisa mengubungi bagian pemasaran. No. telp (021) 7812162/63

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018