Saturday, 05 September 2026


70.000 Hektare Ditanami Serentak, Polbangtan Turun Langsung Kawal Petani

02 Sep 2026, 05:37 WIBEditor : Gesha

Gerakan tanam serempak 70.000 hektare digelar Kementan. Polbangtan turun langsung ke lapangan mengawal petani demi percepatan swasembada pangan baru.

TABLOIDSINARTANI.COM, Batanghari – Gerakan tanam serempak 70.000 hektare digelar Kementan. Polbangtan turun langsung ke lapangan mengawal petani demi percepatan swasembada pangan baru.

Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Gerakan Tanam Serempak di lahan seluas 70.000 hektare di berbagai wilayah Indonesia. 

Program ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk mempercepat peningkatan produksi sekaligus mengejar swasembada pangan berkelanjutan.

Gerakan tersebut dilaksanakan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). 

Untuk Provinsi Jambi, kegiatan dipusatkan di lokasi Pekerjaan Konstruksi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026, Desa Olak, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.

Tak sekadar seremoni, kegiatan ini diarahkan untuk mempercepat pengolahan lahan dan penanaman pada areal hasil program Cetak Sawah Rakyat. 

Pemerintah juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, penyuluh, perguruan tinggi, serta petani.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor Yoyon Haryanto turun langsung ke Desa Olak untuk mengikuti rangkaian Gerakan Tanam Serempak pada Senin (31/8).

Kehadiran Polbangtan Bogor menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi vokasi pertanian terhadap program strategis Kementan.

Selain memperkuat sumber daya manusia pertanian, keterlibatan tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan petani di lapangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan percepatan tanam menjadi salah satu kunci untuk menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan nasional.

“Kita harus bergerak cepat. Lahan yang sudah tersedia harus segera diolah dan ditanami.

Gerakan tanam serempak ini merupakan bentuk kerja bersama untuk memastikan produksi pangan terus meningkat dan swasembada pangan dapat kita wujudkan secara berkelanjutan,” ujar Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menilai keberhasilan gerakan tanam tidak cukup hanya dengan memastikan benih masuk ke lahan. 

Petani juga membutuhkan pendampingan, teknologi, dan penguatan kapasitas.

“Gerakan tanam serempak bukan hanya tentang menanam, tetapi bagaimana kita membangun gerakan bersama. Petani harus mendapatkan pendampingan, dukungan teknologi, dan penguatan kapasitas agar lahan yang telah disiapkan dapat memberikan produktivitas yang optimal,” ungkap Idha.

Penguatan peran perguruan tinggi vokasi juga menjadi perhatian dalam gerakan tersebut. 

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin mengatakan sivitas akademika perlu terlibat langsung dalam persoalan pertanian di tingkat lapangan.

“Pendidikan vokasi pertanian harus hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Mahasiswa dan sivitas akademika tidak hanya belajar mengenai pertanian di ruang kelas, tetapi juga perlu memahami dinamika dan kebutuhan petani di lapangan,” jelas Amin.

Di Desa Olak, berbagai unsur lintas sektoral turut hadir untuk mengawal pelaksanaan gerakan tanam. 

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pengolahan lahan dan memastikan lahan hasil Cetak Sawah Rakyat bisa segera dimanfaatkan secara produktif.

Yoyon mengatakan Polbangtan Bogor siap mendukung program Kementan melalui keterlibatan langsung di lapangan.

“Kami dari Polbangtan Bogor siap mendukung program Kementerian Pertanian. Kehadiran kami di lapangan merupakan bagian dari komitmen untuk ikut mengawal program pembangunan pertanian, sekaligus memastikan pendidikan vokasi pertanian memiliki keterhubungan yang kuat dengan kebutuhan nyata petani,” kata Yoyon.

Menurut dia, keberadaan lahan yang telah dicetak melalui program Cetak Sawah Rakyat harus diikuti pengelolaan secara optimal. 

Percepatan tanam, penerapan teknologi, peningkatan kapasitas petani, dan pendampingan berkelanjutan menjadi sejumlah aspek yang perlu dikawal.

“Yang paling penting bukan hanya mencetak sawah, tetapi memastikan sawah tersebut produktif dan memberikan manfaat bagi petani. Karena itu, sinergi dan pendampingan harus terus dilakukan agar produktivitas lahan dapat meningkat,” lanjutnya.

Gerakan Tanam Serempak seluas 70.000 hektare ini pun menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat daerah. 

Di Jambi, optimalisasi lahan Cetak Sawah Rakyat di Batanghari diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mempercepat pemanfaatan lahan baru.

Pada akhirnya, target swasembada pangan bukan hanya soal luas lahan yang ditanam. 

Ada pekerjaan besar setelahnya, yakni memastikan tanaman tumbuh, produktivitas meningkat, dan hasilnya memberikan manfaat bagi petani.

Dari Desa Olak, kolaborasi pemerintah, TNI, perguruan tinggi, penyuluh, dan petani terus diperkuat. Lahan disiapkan, tanam dipercepat, pendampingan dikawal, dengan satu tujuan: produksi pangan meningkat dan swasembada pangan berkelanjutan bisa diwujudkan.

Reporter : Wsd
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018