Sunday, 24 October 2021


Diversifikasi Pangan, Tengoklah Jagung

26 Nov 2013, 15:00 WIBEditor : Nuraini Ekasari sinaga

Pemerintah terus menabuh genderang program diversifikasi pangan. Sayangnya, pelaksanaannya di lapangan tak semudah membalikkan telapak tangan. Budaya mengkonsumsi beras yang sudah mengakar menyebabkan masyarakat sulit beralih ke pangan non beras.

Hitungan-hitungan pemerintah konsumsi beras masyarakat termasuk tertinggi di dunia, mencapai 135 kg/kapita/tahun. Padahal negara-negara lain seperti Malaysia hanya 80 kg, Thailand sebagai eksportir beras juga hanya 70 kg. Apalagi dibandingkan negara maju seperti Jepang dan Korea masing-masing hanya 50 kg dan 40 kg.

Organisasi Pangan Dunia (FAO) sendiri telah menetapkan standar maksimal sebesar 60-65 kg/kapita/tahun. Tingginya angka konsumsi beras tersebut membuat tekanan terhadap upaya meningkatkan produksi padi makin besar. Pemerintah pun harus jatuh bangun menggenjot produksi beras.

Di antara sejumlah produk pangan lokal yang ada di Indonesia, salah satu yang mempunyai potensi besar mensubstitusi beras adalah jagung. Bagi petani menanam jagung sangat familiar, bahkan teknologinya pun sudah dikuasai. Dengan demikian akan mempermudah menggenjot produksi. Di sisi lain, produk olahan jagung juga sudah sangat banyak. Sebagian masyarakat juga telah terbiasa mengkonsumsi jagung sebagai bahan pangan pokok.

Profesor Riset Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Suarni mengatakan, diversifikasi pangan berbahan baku lokal, termasuk jagung diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap beras dan mengurangi pemakaian terigu yang sampai kini masih diimpor.

“Diversifikasi pangan dengan memanfaatkan jagung akan meningkatkan citra jagung sebagai pangan lokal yang selama ini dinilai kurang bergengsi,” katanya saat orasi pengukuhan profesor di Bogor, beberapa waktu lalu.

Informasi lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (info berlangganan SMS ke : 081317575066).

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018