Dari penelitian untuk meraih gelar doktor Spudnik Sujono di Universitas Jember (Unej) diperoleh kesimpulan bahwa indikator inovasi pada perusahaan pupuk organik masih rendah skornya, khususnya pada item “inovasi produk”.
Di depan tim penguji dalam sidang tertutup di Unej akhir Desember tahun lalu, Spudnik mengatakan manajer perusahaan pupuk organik perlu lebih memperhatikan dan meningkatkan aspek inovasi. “Hal ini dapat dicapai dengan peningkatan fungsi litbang (R&D), investasi dalam inovasi, kerjasama dengan bagian pemasaran (marketing) dan hubungan pelanggan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan,” tambah Spudnik.
Dengan adanya inovasi lanjut Spudnik memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan variasi produk yang lebih baik dan responsif, sehingga memperkuat market positioning produk pupuk organik berhadapan dengan pupuk kimia yang selama ini telah memenangkan loyalitas pelanggan.
Spudnik yang juga Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian itu berhasil meraih gelar doktor Program Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya, Malang, setelah dinyatakan lulus oleh tim penguji dalam sidang (20/12) dengan A.
Disertasinya berjudul “Pengaruh Pemicu Internal dan Pemicu Lingkungan Terhadap Strategi Supplay Chain Management (SCM), Praktek SCM, Responsivitas dan Implikasinya Terhadap Kinerja Operasional (Studi Kasus Terhadap 182 Produsen Pupuk Organik di Propinsi Jawa Timur)“.
Sidang dipromotori oleh Prof. Dr. Suhadak, M.Ec sekaligus Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, serta Dr. Kusdi, DEA dan Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos, M.Si. selaku Ko-Promotor. Sedangkan tim penguji terdiri dari 9 (sembilan) penguji yang dipimpin langsung Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS. dengan anggota Prof. Dr. Suharyono, M.A, Prof. Dr. Taher Alhabsji, Dr. Ir. Solimun, Prof. Dr. Martani Huseini, Prof. Dr. Syafi’i Idrus, dan Dr. Zainul Arifin, MS.
Masukan lain yang diperoleh dari disertasi Spudnik di antaranya masih rendah skor pada item “keluhan pelanggan” yang merupakan bagian dari indikator kinerja kepuasan produk. Hal itu menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu merespon dan mengatasi keluhan pelanggan dengan baik. Temuan ini berlawanan dengan manajemen hubungan pelanggan yang telah menjadi perhatian utama para manajer dalam konteks “Praktek SCM”. “Oleh karena itu perusahaan perlu memperbaiki hal ini, dan disarankan untuk lebih memperhatikan keluhan pelanggan dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan dan pada gilirannya dapat mengembangkan loyalitas pelanggan terhadap produk yang ditawarkan,” jelasnya.
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto