Provinsi Jawa Tengah berhasil mengembangkan model pemanfaatan pekarangan rumah dan sekolahan untuk sumber gizi, cinta makan sayur dan tambahan pendapatan keluarga.
Pekarangan rumah dan sekolahan idealnya selain dapat dinikmati keindahannya, juga dapat dimanfaatkan sebagai lumbung hidup, apotek hidup dan untuk menambah penghasilan. Untuk multi tujuan itu dalam satu pekarangan dapat diusahakan budidaya umbi-umbian (sumber karbohidrat), sayuran dan buah (sumber vitamin dan mineral), serta ternak unggas/ternak kecil/ternak ikan (sumber protein), serta tanaman obat-obatan.
Untuk memberikan contoh model pemanfaatan pekarangan seperti itu, dalam upaya Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan melalui Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Sampai dengan tahun 2012 sebanyak 1.172 kelompok telah ditumbuhkan dengan pendanaan dari APBN dan 348 kelompok bersumber pada APBD. Pada tahun 2014, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian mempercayakan Provinsi Jawa Tengah untuk menumbuhkan kelompok serupa sebanyak 196 kelompok baru dan 140 kelompok bersumber dari APBD.
Keberhasilan program P2KP tidak terlepas dari persiapan dan pelaksanaan yang baik di lapangan. Rangkaian pelaksanaan kegiatan P2KP tahun 2013 dimulai dari Sosialisasi Kegiatan di Tingkat Provinsi kepada petugas kabupaten/kota dan instansi terkait Provinsi Jawa Tengah; Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan; Identifikasi dan verifikasi calon kelompok penerima; Penetapan Surat Keputusan Kelompok Penerima Bansos; Pencairan Bansos; Apresiasi Petugas Kabupaten/Kota dan Pelatihan Pendamping Desa; dan Pembinaan, Monitoring dan Evaluasi.
Terdapat 2 (dua) kelompok sasaran dalam program P2KP tahun lalu itu yaitu : pertama, Kelompok Wanita penerima bantuan tahun 2012 yang telah berkembang dan melaksanakan pemanfaatan pekarangan sebanyak 60 (enam puluh) desa di 8 (delapan) kabupaten untuk kegiatan pengembangan kebun bibit dengan Bansos sebesar Rp. 3.000.000/kelompok.
Kedua, Kelompok Wanita penerima bantuan tahun 2013 sebanyak 632 (enam ratus tiga puluh dua) desa di 35 (tiga puluh lima) kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan rincian kegiatan dengan Bansos sebesar Rp. 47.000.000/kelompok.
Jenis kegiatan yang dilakukan pertama, Pengembangan pekarangan anggota dan demplot kelompok, Kegiatannya berupa pembuatan pagar kebun, pengolahan tanah, pembelian benih/bibit sarana penanaman, sarana pembuatan pupuk organik, dan atau pembuatan kandang/kolam; Pengembangan Demplot pekarangan sebagai Laboratorium Lapangan (LL) sekaligus berperan sebagai pekarangan percontohan (pangan sumber karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak). Fasilitasi pekarangan percontohan ini dengan memanfaatkan dana Rp 4.000.000 (empat juta rupiah) antara lain berupa bimbingan, pembelian sarana produksi, administrasi, dan manajemen kelompok, Pengenalan beberapa organisme pengganggu tanaman (jamur, bakteri, virus, serangga) dan cara penanggulangannya, Pertemuan kelompok secara periodik minimal satu kali dalam sebulan.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan pengembangan optimalisasi pemanfaatan pekarangan menggunakan dana Rp 26.000.000 (dua puluh enam juta rupiah) antara lain berupa pembelian sarana produksi, administrasi sesuai hasil musyawarah kelompok berdasarkan potensi pekarangan dan kebutuhan tiap-tiap anggota kelompok yang disusun menjadi RKKA Kelompok. Pemanfaatan dana tersebut untuk optimalisasi pemanfaatan pekarangan sesuai RKKA antara lain budidaya tanaman sayuran, buah, dan aneka umbi yang biasa dikonsumsi dan disukai oleh masyarakat setempat serta diutamakan menggunakan pupuk organik dan pestisida hayati yang aman bagi lingkungan dan kesehatan, budidaya unggas atau ternak kecil (seperti ayam, itik, kelinci) atau ikan (lele, nila, mas, patin) sesuai dengan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat sebagai pangan sumber protein hewani.
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto