“Kegiatan Tahun Ini Harus Lebih Berkualitas”
Badan Ketahanan Pangan melakukan Rapat Evaluasi Kegiatan tahun lalu dan Sinkronisasi Program Kerja Ketahanan Pangan tingkat Kabupaten/Kota tahun ini untuk wilayah Indonesia bagian timur. Dalam kesempatan ini, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Achmad Suryana menginginkan agar kegiatan ketahanan pangan tahun 2014 lebih berkualitas.
Menindaklanjuti Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2014, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melaksanakan pertemuan “Evaluasi Ketahanan Pangan TA. 2013 dan Sinkronisasi Persiapan Program Kerja dan Anggaran Ketahanan Pangan Tingkat Kabupaten/Kota Wilayah II TA. 2014”, tanggal 11–13 Februari 2014 di Provinsi Sulawesi Selatan.
Pertemuan ini untuk mengevaluasi kinerja pelaksanaan kegiatan Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2013 dan menyamakan persepsi serta langkah dalam percepatan penyelenggaraan program dan kegiatan ketahanan pangan tahun 2014 antara pusat dan daerah. Pertemuan dihadiri Kepala Badan/Dinas/Kantor Kabupaten/Kota yang menangani Ketahanan Pangan di wilayah timur Indonesia yaitu Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Bali, NTT, NTB, Papua, Papua Barat.
Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu`mang mengatakan pada tahun anggaran 2014 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengalokasikan sejumlah dana dari APBD Provinsi untuk Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung keberlanjutan program dan berbagai kegiatan utama mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatannya antara lain pengembangan desa baru Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), pengembangan cadangan pangan pemerintah provinsi, penyediaan informasi harga dan neraca bahan makanan (NBM) serta keberlanjutan program/kegiatan desa mandiri pangan serta penanganan daerah rawan pangan dan lain-lain.
Dalam arahannya Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Achmad Suryana mengatakan agar para peserta pertemuan memperhatikan hasil evaluasi kinerja pada tahun lalu dan mencermati Laporan Hasil Pemeriksaan Itjen, sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama dan harus menghasilkan output kegiatan yang berkualitas pada tahun 2014.
“Tahun 2014 adalah tahun yang sangat penting dalam pembangunan nasional karena merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMN 2010-2014,” kata Achmad Suryana.
“Dalam siklus pembangunan lima tahunan, tahun ini cukup berat karena merupakan tahun terakhir untuk pencapaian target–target pembangunan pertanian termasuk target peningkatan diversifikasi pangan, yang berdasarkan hasil evaluasi kesenjangannya masih cukup besar,” tambahnya.
Kepala Badan Ketahanan Pangan mengemukakan sasaran indikator kinerja ketahanan pangan tahun 2014, adalah : (1) penurunan penduduk rawan pangan sebesar 1 persen per tahun; (2) pencapaian skor pola pangan harapan sebesar 93,3 persen pada tahun 2014; (3) penurunan konsumsi beras sebesar 1,5 persen per tahun; (4) stabilnya harga gabah di tingkat petani pada saat panen raya dengan referensi harga pembelian pemerintah (HPP) dan (5) stabilnya harga pangan pokok di tingkat konsumen.
Pencapaian target tersebut tidak dapat hanya dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan, melainkan merupakan hasil dari berbagai kegiatan instansi terkait, antar eselon 1 lingkup Kementerian Pertanian maupun antar sektor terkait pangan dan gizi, antara lain: Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maupun Kementerian Sosial.
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto