Tanaman lain hasil rakitan peneliti Batan adalah sorgum. Varietas sorgum bukan hanya sebagai sumber bahan pangan, tapi pakan ternak alternatif di daerah kering, khususnya selama musim kemarau.
Peneliti Utama Sorgum, Soeranto Human mengatakan, kini Batan sudah menghasilkan tiga varietas sorgum yakni Pahat, Samurai 1 dan Samurai 2. “Sorgum bisa dijadikan beras, tepung, pati, bioetanol bahan bakar untuk kompor, saos dan mie," katanya.
Serealia ini tergolong tanaman tahan kering dan bisa ditanam di lahan tandus seperti Gunung Kidul. Pemuliaan mutasi tanaman adalah suatu metode pemuliaan tanaman yang menggunakan bahan mutagen. Mutagen fisik seperti sinar gamma maupun mutagen kimia seperti Ethyl Methyl Solfonate untuk menginduksi terjadinya mutasi genetik pada tanaman sehingga terjadi keragaman genetik.
Perlu diketahui, di banyak negara biji sorgum digunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan dunia, sorgum berada pada urutan kelima setelah gandum, padi, jagung dan barley. Di negara maju biji sorgum dimanfaatkan sebagai pakan ternak unggas sedang batang dan daunnya untuk ternak ruminansia.
Biji sorgum juga merupakan bahan baku industri seperti industri etanol, bir, wine, sirup, lem, cat dan modifikasi pati (modified starch). Terkait dengan energi, di beberapa negara seperti Amerika, India dan Cina, sorgum telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar etanol (bioetanol).
Secara tradisional, bioetanol telah lebih lama diproduksi dari molases hasil limbah pengolahan gula tebu (sugarcane). Meski harga molases tebu relatif lebih murah, namun bioetanol sorgum dapat berkompetisi mengingat beberapa kelebihan tanaman sorgum dibanding tebu. Echa
Kelebihan Sorgum
Untuk sekali siklus panen, produksi bioetanol sorgum di Amerika Serikat mencapai 10.000 liter/ha/tahun, di India 3.000–4.000 liter/ha/tahun dan di Cina mencapai 7.000 liter/ha/tahun. Echa
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto