Peringatan Kemerdekaan RI menjadi momen yang paling historis bagi Bangsa Indonesia. Tak terkecuali bagi petani dan penyuluh yang selama ini berjuang menjaga kedaulatan pangan.
Karena itu, wajar pemerintah memberikan penghargaan kepada mereka yang sebagian hidupnya untuk membangun pertanian. Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) setiap tahunnya menjaring petani dan penyuluh yang memberikan daya ungkit untuk pembangunan pertanian.
Tahun ini terpilih 25 orang petani dan penyuluh yang diharapkan menjadi teladan dalam memperjuangkan eksistensi pertanian. Pemberian Penghargaan Tingkat Nasional Tahun 2018 tersebut merupakan bentuk apresiasi dan motivasi pemerintah kepada penyuluh pertanian teladan, kelembagaan penyuluhan berprestasi, petani maupun kelembagaan petani berprestasi dalam pembangunan pertanian.
“Saya ucapkan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya atas terpilihnya saudara-saudara sekalian yang menerima penghargaan tingkat nasional tahun 2018. Saya yakin terpilihnya saudara atas predikat teladan ini telah melalui seleksi yang begitu ketat dan berjenjang mulai dari kecamatan, kabupaten, hingga provinsi dan pusat,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro saat sambutan Pemberian Penghargaan Tingkat Nasional 2018 di Jakarta, Jumat (17/8).
Tingkatkan Kinerja
Pada kesempatan itu Syukur berharap kepada penerima penghargaan untuk terus meningkatkan kinerjanya. Bagi petani berprestasi harus terus dibina. Bagi Gapoktan berprestasi, mereka didorong membentuk kelembagaan ekonomi petani yang selanjutnya ditingkatkan menjadi Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dalam bentuk koperasi tani atau perusahaan yang sahamnya dimiliki petani. Dengan demikian, memberi dampak pada peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Syukur mengakui, keberhasilan yang dicapai petani dan kelembagaannya tidak terlepas dari kerja keras penyuluh dalam melakukan pengawalan. Untuk itu, penghargaan yang tinggi juga diberikan pada penyuluh pertanian baik PNS, THL-TBPP maupun penyuluh pertanian swadaya.
Pemerintah kata Syukur, juga memberikan penghargaan kepada pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang telah berperan baik dalam kegiatan penyuluhan, pendampingan bagi petani, Gapoktan serta kelembagaan ekonomi petani (KEP). “Saya berharap saudara-saudara (penyuluh) meningkatkan kompetensi dan profesionalisme kerja, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik pada petani dan masyarakat sekitarnya,” tuturnya.
Syukur berharap, penghargaan ini sebagai sarana aktualisasi diri juga memotivasi pelaku utama pertanian agar terus berkiprah mewujudkan target, sasaran dan keberhasilan pembangunan pertanian. Sekaligus menjadi daya tarik bagi generasi muda pertanian, sehingga mampu menjadi asa di tengah berkurangnya tenaga muda di sektor pertanian.
Untuk menjamin keberlanjutan dalam kegiatan pemilihan dan pemberian penghargaan ini, Syukur meminta kepada pemerintah provinsi dan kabupaten terus menerapkan pola pemberian penghargaan dari kabupaten/kota hingga provinsi. Selanjutnya melakukan pemantauan dan pembinaan, serta fasilitas yang diperlukan untuk meningkatkan petani dan penyuluh berprestasi. Dengan demikian menjadi sumber inspirasi bagi pelaku pembangunan pertanian lainnya dan mendorong tumbuhnya regenerasi petani
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Pimpinan Redaksi