Dengan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan, setiap anggota kelompok telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sayuran bagi keluarganya serta menggerakkan para lanjut usia yang tidak mampu lagi berladang untuk melakukan kegiatan usahatani yang produktif di sekitar rumah.
Pemberdayaan Kelompok Wanita untuk Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah dilaksanakan pada 21 kabupaten/kota. Terdapat 818 kelompok dengan jumlah anggota sekitar 14.487 orang/KK yang telah mengikuti kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan tersebut.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) yang ditetapkan dalam Rencana Strategis Kementerian Pertanian yaitu Peningkatan Diversifikasi Pangan. Kegiatan ini sekaligus merupakan kontrak kerja antara Menteri Pertanian dengan Presiden Republik Indonesia pada tahun 2009–2014.
Salah satu program Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dalam kegiatan P2KP adalah pemberdayaan kelompok wanita untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga melalui pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).
Dengan cara itu diharapkan bisa disediakan beragam pangan yang dapat mendorong terwujudnya peningkatan kualitas konsumsi. Untuk itu dilakukan langkah-langkah percepatan antara lain dengan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan intervensi.
Salah satu keberhasilannya adalah kegiatan pemberdayaan kelompok wanita melalui program P2KP di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu Kelompok P2KP Dasa Wisma Mangga di Desa Rukuramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. KWT Dasa Wisma Mangga telah berhasil mendapatkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara pada tahun 2012. Keberhasilan kelompok ini adalah memotivasi masyarakat dalam pengembangan P2KP untuk memperbaiki gizi dan pendapatan keluarga serta menanamkan nilai-nilai kemandirian dari segi permodalan.
Kelompok serta pendampingan dari penyuluh telah berhasil merubah pekarangan masyarakat yang awalnya gersang menjadi hijau dengan aneka tanaman sayuran. Dengan kondisi alam/tanah yang berpasir dan gersang sehingga sulit untuk pengembangan tanaman namun kelompok dengan pendampingan dari penyuluh pendamping mampu mengatasi masalah tersebut.
Kelompok telah memanfaatkan pekarangan secara rutin/berkesinambungan untuk pengembangan aneka jenis pangan yang dibutuhkan untuk pemenuhan konsumsi keluarga masing-masing serta mampu menularkan kegiatan tanam menanam di pekarangan kepada semua rumah tangga yang ada di desa tersebut.
Pelaksanaan kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan diawali dengan koordinasi persiapan penyusunan Pedoman Pelaksanaan pada tingkat Pusat, Petunjuk Pelaksanaan di tingkat Provinsi dan Petunjuk Teknis di tingkat kabupaten/kota. Pedoman/petunjuk tersebut menjadi acuan bagi provinsi, kabupaten/kota dan pendamping kelompok dalam operasionalisasi kegiatan.
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto