Sunday, 14 June 2026


Deal, HKTI Kerjasama Tingkatkan Produksi dengan Pelaku Bisnis Jagung

19 Oct 2018, 07:57 WIBEditor : Gesha

HKTI Moeldoko melakukan panen sekaligus MOU untuk peningkatan produksi jagung di Kediri

TABLOIDSINARTANI.COM, Kediri --- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melakukan penandatanganan MoU dengan PT Bisi International Tbk (Bisi) dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) untuk peningkatan produksi di Kediri, Jawa Timur.

MoU ini merupakan wujud dari sinergi kemitraan yang merupakan langkah awal kerjasama antara HKTI sebagai wadah organisasi petani Indonesia, BISI sebagai penyedia benih jagung hibrida berkualitas dan bimbingan teknis bududaya, serta CPI sebagai pembeli siaga yang siap membeli berapapun jumlah panen petani sesuai harga pasar yang berlaku. 

Dilakukan kegiatan MoU antara HKTI dan kedua perusahaan tersebut karena BISI merupakan perusahaan yang bernaung di bawah Group CPI yang bergerak di sektor produksi benih, pupuk sekaligus penghasil bahan dasar pakan ternak.

Berdasarkan keterangan dari Media Center HKTI, sebelum dilakukan pendatanganan MoU, HKTI lewat Ketua Umum HKTI Moeldoko dan Presiden Direktur BISI Jemmy Eka Putra melakukan kegiatan panen jagung di Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Panen berlangsung di areal lahan seluas 42, 8 hektar yang melibatkan banyak petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) “Tani Mapan” yang diketuai oleh Supriyadi. Kegiatan panen ini dinamakan ‘Guyub Panen Nusantara’. 

Luas lahan panen jagung hibrida BISI-18 di Desa Mejono pada Oktober adalah 42,8 hektar, ini hampir setengah dari luas lahan panen keseluruhan di desa tersebut pada bulan yang sama yang mencapai 86,8 hektar. 

Jenis jagung yang ditanam di Desa Mejono tersebut merupakan varietas jagung hibrida yang diproduksi BISI dengan varietas BISI-18.

Penanamannya dimulai pada 5 Juli 2018 , sehingga pada saat dipanen Kamis 18 Oktober 2018, usia tanamannya mencapai 107 hari.

Dalam satu hektar lahan, jumlah tanaman jagung ditanam di Desa Mejono dengan varietas tersebut mencapai 100 ribu tanaman.

Padahal pada jagung biasa, umumnya populasi normalnya hanya sekitar 62.500 tanaman per hektar. Hasil produksinya per hektar diestimasikan mencapai  lebih dari 10 ton, sehingga estimasi produktivitas panen kali ini akan mencapai 428 ton jagung.

Sementara total luas panen jagung di Kabupaten Kediri pada Oktober 2018 mencapai lebih dari 15.347 hektar. Sedangkan untuk luas area tanam jagung Kabupaten Kediri dalam kurun satu tahun lebih dari 46.300 hektar.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan produksi jagung nasional akan mengalami surplus, sehingga tidak ada yang namanya kekurangan bahan baku pakan (cla)

 

Reporter : Clara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018